LKPJ Walikota Cilegon Dinilai Penuh Rekayasa, Realisasi Anggaran Rp 150 Miliar Dipertanyakan

LKPJ Walikota Cilegon Dinilai Penuh Rekayasa, Realisasi Anggaran Rp 150 Miliar Dipertanyakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, LKPJ Walikota Cilegon Dinilai Penuh Rekayasa, Realisasi Anggaran Rp 150 Miliar Dipertanyakan, Berita588

LKPJ Walikota Cilegon Dinilai Penuh Rekayasa, Realisasi Anggaran Rp 150 Miliar Dipertanyakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, LKPJ Walikota Cilegon Dinilai Penuh Rekayasa, Realisasi Anggaran Rp 150 Miliar Dipertanyakan, 588, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, LKPJ Walikota Cilegon Dinilai Penuh Rekayasa, Realisasi Anggaran Rp 150 Miliar Dipertanyakan

Walikota Cilegon, H. Tb. Iman Aryadi, S.Ag, MM.
Walikota Cilegon, H. Tb. Iman Aryadi, S.Ag, MM.

TRUSTKOTACOM CILEGON – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Walikota Cilegon Tahun 2013, dinilai Mantan Ketua Kadin Cilegon, Ali Mujahidin, penuh rekayasa. Mumu juga menuding, Mukota Kadin Cilegon, adalah pengalihan isu dari LKPJ Walikota Cilegon 2013 yang penuh dengan rekayasa.

“Apakah persoalan Mukota Kadin ini hanya pengalihan isu dalam rangka membangun konflik antar kepentingan dalam rangka menutupi bangkai yang disembunyikan rumah sendiri ? Atau memang ada sebuah ketakutan besar yang menghantui Pilkada 2015 yang akan datang,” kata Mumu, kepada trustkota.com, Kamis (22/05/2014).

Menurutnya, sebaiknya pemkot harus melihat infrastruktur yang ada di Kota Cilegon. “Jalan dekat rumah walikota dan sekitarnya saja hancur, jalan pasar lama arah pasar baru, arah Semendaran, dan wilayah lainnya yang rusak parah, belum lagi Jalan Lingkar Selatan (JLS), yang berantakan dan menelan APBD provinsi/Kota dan bantuan PT.KS dengan total perkiraan lebih dari 150 Milyar,” ungkap Mumu.

Lanjut Mumu,beberapa proyek yang diantaranya proyek Kubang Sari, adalah contoh yang jadi skandal besar korupsi yang sudah jelas ketahuan.

“Belum terungkapnya dugaan pengalihan anggaran menteri keuangan 20 milyar, dugaan tindak pidana pencucian uang, persoalan Hibah Islamic Center (ICC), pasar dan terminal seruni yang diduga semerawut,” katanya.

“Lahan dan pembangunan sport center yang diduga bermasalah, dugaan korupsi retribusi parkir dan pendapatan PT.PCM, termasuk dugaan beberapa proyek fiktif APBN dan APBD yang misterius, itu kan jelas-jelas sebuah temuan.Tapi kenapa hal itu tak pernah terungkap, masyarakat jangan sampai dibelokkan dengan issue mukota kadin,” ujarnya. (kew)