Lagi Liputan, Wartawan TV One diKeroyok Kelompok Ormas diTanah Tinggi

Lagi Liputan, Wartawan TV One diKeroyok Kelompok Ormas diTanah Tinggi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Lagi Liputan, Wartawan TV One diKeroyok Kelompok Ormas diTanah Tinggi, Berita205

Lagi Liputan, Wartawan TV One diKeroyok Kelompok Ormas diTanah Tinggi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Lagi Liputan, Wartawan TV One diKeroyok Kelompok Ormas diTanah Tinggi, 205, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Lagi Liputan, Wartawan TV One diKeroyok Kelompok Ormas diTanah Tinggi

Ilustrasi net
Ilustrasi net

TRUSTKOTA TANGERANG – Kusnaedi (35) salah seorang kontributor yang bekerja pada salah satu televisi swasta harus menerima pukulan bahkan, sabetan senjata tajam ditubuhnya.

Hal tersebut setelah ia melakukan peliputan adanya bentrok akibat, kesalahpahaman dua kelompok pemuda yg diduga kelompok FBR dgn kelompok Kupang di pasar induk Tanah Tinggi, Kota tangerang pada 27 Desember 2017 lalu.

Bermula saat ia menghampiri kelompok tersebut untuk mencari info lebih lanjut serta kegiatan peliputan.

“Setelah mereka bergerak saya langsung merekam aksi kelompok itu dengan menggunakan handphone. Namun, mendapatkan penolakan untuk direkam dan handphone saya sempat di rampas. Setelah saya bilang, saya kenal dengan ketua pembina mereka. Akhirnya, handphone saya dibalikin lagi,” ungkapnya, Selasa, 2 Januari 2018.

Namun tak sampai disitu, ia tetap memndapat kekerasan yang langsung membabi buta dengan memukul menggunakan balok serta, mendapatkan sabetan dilengan.

“Saya terjatuh tapi untuk sabetan tidak sampai mengenai lengan hanya baju saja yang robek,” katanya.

Usai kejadian tersebut, ia langsung melarikan diri ke klinik, karena mengalami muntah-muntah.

“Saya habis itu langsung ke Polsek Tangerang untuk melaporkan kejadian pada saya,” ujarnya.

Namun sayang, laporan atas kejadian yang dialaminya tersebut tak mendapatkan tanggapan dari pihak kepolisian.(Gor/Ayi)