Kunjungi Polsek Pelosok, Kapolres Pandeglang Naik Kuda

Kunjungi Polsek Pelosok, Kapolres Pandeglang Naik Kuda, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kunjungi Polsek Pelosok, Kapolres Pandeglang Naik Kuda, Berita205

Kunjungi Polsek Pelosok, Kapolres Pandeglang Naik Kuda, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kunjungi Polsek Pelosok, Kapolres Pandeglang Naik Kuda, 205, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kunjungi Polsek Pelosok, Kapolres Pandeglang Naik Kuda

Kapolres Pandeglang Ketika Menunggangi Kuda
Kapolres Pandeglang Ketika Menunggangi Kuda

PANDEGLANG, TRUSTKOTA – Sejak abad ke- XII Masehi, raja-raja dan panglima perang kerajaan Kediri, Singosari dan Majapahit, dalam sejarah Negarakertagama karangan Empu Prapanca, memilih kuda untuk memperkuat armada Kavalerinya atau tentara.

Tidak heran, jika pada masa itu sejarah mencatat,  para patih kerajaan  termasuk pedagang, petani dan rakyat biasa,  memilih kuda sebagai sarana transportasi yang tangguh. Apalagi kuda jenis Bima pada massa itu sangat tersohor di Nusantara.

Kapolres Pandeglang Widiatmoko yang beberapa kali berpatroli ke daerah selatan  dengan menunggangi kuda.

Mantan perwira menengah di Polda Banten ini menunggangi kuda tidak berniat tebar pesona, tetapi mengunjungi tiga Polsek yang medannya terjal yaitu, Polsek Pulosari, Cibitung dan Cibaliung.

Ia mengaku untuk tiba dengan cepat ke lokasi tersebut lebih mudah dengan menunggangi kuda. Dia mengaku menunggangi kuda putih, yang posturnya kekar dan bertenaga kuat dibanding kendaraan roda empat.

“Saya sudah beberapa kali berpatroli dengan menunggangi kuda untuk memantau wilayah Posek, sekaligus mengetahui daerah pedalaman di Pandeglang. Saya merasakan, berpatroli menunggangi kuda seperti menyatu dengan alam,” ujarnya Senin (26/1/2015). (Riz)