KPP Taragetkan Kuota Perempuan Seperti di Negara Norwegia

KPP Taragetkan Kuota Perempuan Seperti di Negara Norwegia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, KPP Taragetkan Kuota Perempuan Seperti di Negara Norwegia, Berita690

KPP Taragetkan Kuota Perempuan Seperti di Negara Norwegia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, KPP Taragetkan Kuota Perempuan Seperti di Negara Norwegia, 690, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, KPP Taragetkan Kuota Perempuan Seperti di Negara Norwegia

Ketua KPP Banten, Sherisada Manaf, saat memberikan sambutan dalam pelatihan Caleg Perempuan Lintas Partai, di Hotel Paragon, Karawaci, Kota Tangerang.
Ketua KPP Banten, Sherisada Manaf, saat memberikan sambutan dalam pelatihan Caleg Perempuan Lintas Partai, di Hotel Paragon, Karawaci, Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM-Kakaus Perempuan Parlemen (KPP), Provinsi Banten, menargetkan keterwakilan perempuan di parlemen, seperti di Negara Norwegia sebanyak 40 persen.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua KPP Banten, Sherisada Manaf BA, saat memberikan sambutan di pelatihan Calon Anggota Legislatif (Caleg), perempuan lintas partai yang diselengarakan oleh KPP Banten, di Hotel Paragonbiz, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/01/2013).

Menurut Sherisada, saat ini keterwakilan perempuan di Banten, baru 20 persen, persen saja. Untuk itu, kata Sherisada, melalui pelatihan ini, para Caleg perempuan, akan diberikan pelatihan bagimana caranya mengemas diri untuk menang dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang.

“Di Pemilu tahun ini, perempuan jangan memberikan celah terjadinya kecurangan-kecurangan yang dapat merugikan perempuan. Mau siapa lagi yang memperjuangkan hak-hak perempuan kalau bukan perempuan sendiri,’’ tegas Sherisada.

Oleh karena itu, Sherisada meminta, Caleg perempuan aktif lebih dari lelaki. Hal tersebut, bukan mendiskriminasikan kaum laki-laki. Tapi, kita meminta dukungan kepada laki-laki untuk memberikan kesempatan untuk membenahi persoalan-persoalan yang terjadi pada kaum perempuan.

“Hanya perempuan yang bisa memperjuangkan persoalan perempuan dan anak saat ini. Peristiwa kekerasan kepada perempuan dan anak harus menjadi modal besar kita,’’ ujar Sherisada.

Sherisada mengimbau, para Caleg perempuan agar tidak menggunakan money politik dan mengawasi adanya money politik dan kecurangan-kecurangan di Pileg April mendatang.

“Disini kita bisa mengambil langkah bagaimana caranya mengantisipasi adanya money politik dan kecurangan-kecurangan. Dengan waktu yang sangat singkat ke 9 April, bagaimana caa menghitung target suara, menghitung DPT dan partisipan, menghitung ambang batas perolehan kursi, menetapkan target perolehan suara dan penetapan target suara caleg.

Salah satu pembicara dalam pelatihan tersebut, Loly Suherly, menerangkan,  Kakaus parleman ada di 22 Provinsi di Indoensia. Tapi, yang saat ini benar-benar berfungsi menciptakan insiatif, positif bagi perempuan baru KPP Provinsi Banten.

“Ya dari 22 Provinsi Banten, baru KPP Provinsi Banten, yang menyelengarakan pelatihan terhadap para Caleg perempuan,’’ katanya.

Bicara soal kuwota 30 persen, salah satu wujud tindakan khusus sementara dalam bidang politik. Tangungjawab minimal 30 persen, tidak hanya tangungjawab perempuan tapi tangungjawab lelaki juga.

“Jadi para peserta disini memang sudah benar mencalonkan diri di Pemilu Legislatif, untuk menghapus diskriminasi yang masih ada kepada kaum perempuan,’’ katanya.

Rita Mutibia, salah satu peserta dalam pelatihan itu mengatakan, sangat mendukung pelatihan yang dilaksanakan oleh KPP ini.

“Kegiatan ini bagus dan memang untuk keseuksesan para kaum perempuan di legislatif,,” aku Caleg wanita dari Partai Gerindra ini. (wal)