KPK Dalami Keterlibatan Walikota Airin di Korupsi Alkes Tangsel

KPK Dalami Keterlibatan Walikota Airin di Korupsi Alkes Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, KPK Dalami Keterlibatan Walikota Airin di Korupsi Alkes Tangsel, Berita572

KPK Dalami Keterlibatan Walikota Airin di Korupsi Alkes Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, KPK Dalami Keterlibatan Walikota Airin di Korupsi Alkes Tangsel, 572, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, KPK Dalami Keterlibatan Walikota Airin di Korupsi Alkes Tangsel

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP.

TRUSTKOTACOM TANGSEL – Adanya isu, penghentian penanganan kasus Korupsi Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran Umum pada Puskesmas, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sebesa Rp 23 Miliar, dibantah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK menyatakan, justru pihaknya tengah mendalami keterlibatan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dalam kasus tersebut. KPK menyatakan hingga kini penanganan kasus tersebut terus berjalan. Kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus yang menyeret suami Walkota Tangsel Airin Rachmi Diany ini, bisa saja terjadi.

“Masih berjalan. Dan sampai saat ini masih kita kembangkan penanganan kasus korupsi ini,” kata Johan Budi, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepada trustkota.com, Jumat (23/05/2014), Malam.

Ditanya apakah dari pengembangan yang dilakukan KPK mengarah, pada dugaan keterlibatan Airin sebagai Walikota dan istri tersangka dalam kasus ini, Johan mengatakan tengah kita dalami. “Tengah kita dalami,” kata Johan.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan tersangka dalam Korupsi pengadaan Alkes kedokteran umum di Puskesmas, Kota Tangsel, Tahun anggaran 2012. Tiga tersangka tersebut yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Dadang Priatna dari PT Makindo Adiguna Pratama dan Mamak Jamkasari pejabat pembuat komitmen.

Ketiganya diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam penanganan kasus itu, KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Tangsel, seperti RSUD Tangsel, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel dan Kantor LPSE Tangsl. (Qy)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait