Korban Sodomi 41 Anak, KPAI: Ada Korban Belum Terdeteksi

Korban Sodomi 41 Anak, KPAI: Ada Korban Belum Terdeteksi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Korban Sodomi 41 Anak, KPAI: Ada Korban Belum Terdeteksi, Berita487

Korban Sodomi 41 Anak, KPAI: Ada Korban Belum Terdeteksi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Korban Sodomi 41 Anak, KPAI: Ada Korban Belum Terdeteksi, 487, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Korban Sodomi 41 Anak, KPAI: Ada Korban Belum Terdeteksi

Ketua KPAI Susanto saat memberikan keterangan kepada awak media.ist
Ketua KPAI Susanto saat memberikan keterangan kepada awak media.ist

 

TRUSTKOTA TANGERANG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meyakini hingga kini masih ada korban Wawan Sutiono alias Babeh (49) lainnya yang belum terdeteksi oleh petugas.

Dari informasi yang dihimpun, hingga kini jumlah korban sodomi Babeh sudah mencapai 41 anak yang masih berusia 6 sampai 15 tahun.

“Oleh karenanya, kami terus mendorong pihak kepolisian agar terus dikembangkan. Jangan sampai ada korban tetapi tidak terdeteksi,” ujar Ketua KPAI, Susanto di Tangerang, Selasa (9/1/2018).

Menurut Susanto, sangat penting untuk memastikan tidak ada korban yang belum terdeteksi guna memetakan titik rawan pelaku melakukan aksi kekerasan seksual dan jaringan korban.

“Semakin anak tidak terdeteksi sebagai korban maka atensi untuk melakukan rehabiilitasi jadi permissive. Terlebih, sisi modusnya kan memang model rantai, mencari temannya mencari lagi. Kalau melihat sepeti ini kan memang takutnya ada tambahan korban yang belum terdeteksi,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, polisi berhasil meringkus Babeh di kediamannya di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang pada 20 Desember 2017 lalu.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dalam paling lama 15 tahun dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2016 dengan ancaman kebiri secara kimia atau pemasangan alat deteksi kepada pelaku.(Chy)