Korban Pemerkosaan Ayah Tiri di Cisoka Diusir Keluarga Pelaku

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri di Cisoka Diusir Keluarga Pelaku, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Korban Pemerkosaan Ayah Tiri di Cisoka Diusir Keluarga Pelaku, Berita533

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri di Cisoka Diusir Keluarga Pelaku, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Korban Pemerkosaan Ayah Tiri di Cisoka Diusir Keluarga Pelaku, 533, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Korban Pemerkosaan Ayah Tiri di Cisoka Diusir Keluarga Pelaku

Trustkota

TRUSTKOTA TANGERANG – Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang kini dirasakan SM (15) gadis belia asal Kampung Cibirat Rt 03/01 Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Betapa tidak, SM dianggap sebagai aib oleh sekelompok warga setempat setelah AAK (45) yang tak lain adalah ayah tirinya mengagahi dirinya hingga hamil.

Kini, SM berserta keluarga harus pergi meninggalkan kampungnya tersebut dan mengungsi di Kampung Manggu, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

AAM (42) ibunda korban mengatakan, pengusiran SM beserta keluarga dilakukan oleh, sekelompok warga yang juga memiliki hubungan keluarga dengan pelaku.

“Anak saya diperkosa AAK (ayah tiri) setelah itu, tidak tahu kenapa mereka hingga seperti itu. Semua isi rumah saya dibuang keluar lalu dibakar oleh mereka dan listrik rumah saya pun mereka putus,” ungkap AAM.

Menurut AAM peristiwa memilukan tersebut terungkap setelah perut SM kian membuncit pada bulan April 2017 lalu. Namun sayangnya, jabang bayi tidak berdosa tersebut meninggal didalam kandungan pada bulan Juni 2017.

“Saya lapor ke Polsek Cisoka pas tahu anak saya diperkosa dan keguguran. Kemudian setelah lapor, pada bulan Juli saya diminta pindah dari rumah itu,” terang AAM.

Meski, sang suami (ayah tiri) kini sudah mendekam di penjara. Namun, nasib SM anak kedua dari, janda beranak tiga ini lebih terpuruk, pasca diusir dari rumahnya.

“Sekarang saya jadi buruh tadi disini. Saya bingung untuk memperjuangkan hak saya, kalau disangkut pautkan dengan kejadian anak saya, siapa yang mau ada musibah ini. Saya harap Pemerintah bisa membantu kami untuk mendapatkan hak kami beserta anak saya untuk hidup tidak dikucilkan,” tutup AAM.(ayi/gie)