Komplotan Spesialis Rumsong Dibekuk, Satu Pelaku Pelajar

Komplotan Spesialis Rumsong Dibekuk, Satu Pelaku Pelajar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komplotan Spesialis Rumsong Dibekuk, Satu Pelaku Pelajar, Berita275

Komplotan Spesialis Rumsong Dibekuk, Satu Pelaku Pelajar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komplotan Spesialis Rumsong Dibekuk, Satu Pelaku Pelajar, 275, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komplotan Spesialis Rumsong Dibekuk, Satu Pelaku Pelajar

Para pelaku saat di Mapolsek Serpong.
Para pelaku saat di Mapolsek Serpong.

TRUSTKOTACOM – 4 Pelaku spesialis Pencuri Rumah Kosong (Rumsong), dibekuk jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Ironisnya, tiga pelaku diantaranya masih dibawah umur, bahkan masih ada yang berstatus pelajar. Keempat pelaku masing-masing berinisial F alias B (17), Z alias M (16) dan AY alias M (15), serta S alias H (21).

Meski masih terbilang sebagai bocah bau kencur, para tersangka itu terbilang cukup mahir dalam melakukan setiap aksinya. Sebab, sedikitnya sudah ada 36 rumah      diwilayah Tangerang Raya, berhasil mereka bobol.

“Pengakuan mereka 36 TKP itu diwilayah Serpong, Kelapa Dua, Cikupa dan Balaraja. Semua TKP sudah kami cek dan memang benar semua korban mengakui dan bahkan sudah ada LP nya, walaupun beberapa ada juga yang tidak laporan,” kata Kanit Reskrim Polsek Serpong, AKP Toto Daniyanto, Minggu (29/12/2013).

Menurutnya, pengungkapan tersebut berawal dari hasil rekaman CCTV salah satu rumah korban. Dari situlah, pihaknya berhasil mengembangkan hingga pengungkapan dan penangkapan para tersangka.

“Modus mereka sebelum melakukan aksinya adalah dengan cara menjadi pengamen disiang hari. Dari situ mereka menggambarkan situasi targetnya, kemudian barulah beraksi dimalam hari,” paparnya.

Kanit menambahkan, para tersangka dapat dijerat pasal 363, tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. “Namun, bagi pelaku yang masih dibawah umur kita tetap kenakan sesuai peradilan anak. Kami juga masih mengejar 4 pelaku lainnya,” tandasnya.

Kanit juga mengimbau kepada masyarakat luas, agar lebih berhati-hati dalam memperhatikan gerak-gerik setiap orang yang tidak dikenalnya. “Jadi jangan fiqir cuma sembarang pengamen. Masyarakat harus lebih hati-hati lagi,” imbaunya.

Sementara, tersangka F mengaku, kerap mengirimi orangtuanya di Lampung dengan hasil penjualan barang curiannya itu. “Buat kirim ke orang tua setiap bulan, sebagian buat senang-senang sama teman,” akunya.

Dalam penangkapan itu, petugas juga mengamankan barang bukti hasil curian berupa, 3 ekor burung, 2 unit Handphone, uang tunai sebesar Rp 72 ribu, 2 buah Laptop 2, 1 buah jam tangan, serta sebilah pisau dan obeng sebagai alat melakukan aksinya. (ges)