Komisi III DPRD Kota Tangerang Akan Panggil Manajemen Tang City Mal

Komisi III DPRD Kota Tangerang Akan Panggil Manajemen Tang City Mal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komisi III DPRD Kota Tangerang Akan Panggil Manajemen Tang City Mal, Berita816

Komisi III DPRD Kota Tangerang Akan Panggil Manajemen Tang City Mal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komisi III DPRD Kota Tangerang Akan Panggil Manajemen Tang City Mal, 816, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komisi III DPRD Kota Tangerang Akan Panggil Manajemen Tang City Mal

doc
doc

TRUSTKOTA – Komisi III DPRD Kota Tangerang, akan panggil pihak pengelola Mal Tangerang City (Tang City). Pasalnya, banyak laporan dari masyarakat, terutama keluhan terkait mahalnya tarif parkir di areal perkantoran dan mal yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang tersebut.

Informasi yang dihimpun, PT Securindo Packatama Indonesia selaku pengelola parkir di areal perkantoran Mal Tang City, menerapkan tarif parkir diluar batas kewajaran.

Untuk kendaraan roda empat, setiap pegunjung dikenakan biaya Rp3.000 pada jam pertama dan untuk setiap satu jam berikutnya, tanpa ada batas tarif maksimal.

Sementara itu, untuk kendaraan roda dua, kondisinya tak jauh berbeda, pihak pengelola mewajibkan pengguna jasa parkir membayar sebesar Rp 2.000 untuk jam pertama, setiap satu jam berkutnya, dikenakan tarif Rp1.000.

“Belum sampe tiga jam, saya harus bayar Rp5.000, bagaimana kalau parkir semalaman. Bisa-bisa gaji sehari, cuma buat bayar biaya parkir saja,” ujar Sudarjo ketus.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tangerang, Wawan Anwar mengakui tengah membahas aturan mengenai tarif parkir yang dikelola oleh pihak swasta.

Dalam Perda Nomor 4 Tahun 2013 Tentang Retribusi Jasa Umum, Pemkot hanya mengatur retribusi untuk parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub), Kota Tangerang.

“Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Belum empat jam parkir, petugas parkir meminta saya bayar Rp15.000. Mereka (Secure Parking, red) seenaknya saja mematok tarif tanpa ada batas maksimal. Kami akan panggil pihak pengelola Mal Tang City untuk menjelaskan soal ini,” tandasnya.

Diakui Wawan, soal retribusi parkir terutama di kawasan yang berada di bawah pengelolaan pihak swasta, belum ada peraturan daerah (Perda) yang mengaturnya.

Perda Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Retribusi Jasa Umum, terutama terkait tarif perparkiran hanya mengatur areal parkir yang dikelola Pemkot Tangerang. Salah satunya yaitu, tarif parkir bahu jalan.

“Kami bersama Dishub Kota Tangerang, tengah mengkaji aturan mengenai tarif parkir yang dikelola pihak swasta. Karena, sistem ini sangat membebani pengguna jasa parkir,” tegasnya.

Mahalnya tarif parkir ini juga sangat dikeluhkan Ferry, dirinya mengaku kaget ketika harus bayar parkir sampai Rp23.500. Dirinya menilai tarif yang diberlakukan PT Securindo Packatama Indonesia, selaku pengelola parkir tak masuk akal dan diluar batas.

“Kalau parkir motor saja bisa sampai puluhan ribu rupiah, apalagi parkir mobil,” ujar Ferry sambil geleng-geleng kepala.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengakui Kota Tangerang belum ada perda sebagai payung hukum yang mengatur batas maksimal tarif parkir yang dikelola swasta. Sehingga, pengelola perpakiran swasta di pusat perbelanjaan, dapat menentukan tarif seenaknya.

“Yang sudah ada aturannya hanya parkir tepi jalan dan parkir khusus, seperti di pasar atau terminal. Untuk swasta belum ada. Jadi kami tidak bisa intervensi atau memberi sanksi seenaknya,” kata Herman.(DFN)