Komari : Di Banten, Lebak Paling Parah Alami Kekeringan

Komari : Di Banten, Lebak Paling Parah Alami Kekeringan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komari : Di Banten, Lebak Paling Parah Alami Kekeringan, Berita242

Komari : Di Banten, Lebak Paling Parah Alami Kekeringan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komari : Di Banten, Lebak Paling Parah Alami Kekeringan, 242, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Komari : Di Banten, Lebak Paling Parah Alami Kekeringan

Komari (tengah) ketika diwawancara wartawan
Komari (tengah) ketika diwawancara wartawan

LEBAK,TRUSTKOTA- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Komari mengatakan berdasarkan laporan, untuk saat ini yang paling parah mengalami kekeringan yakni Kabupaten Lebak.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, daerah yang paling parah mengalami kekeringan di Banten ini adalah Kabupaten Lebak,”kata Komari, di Rangkasbitung, Rabu (05/08/2015).

Kekeringan ini, Kata Komari di prediksi akan berlangsung hingga bulan September 2015, pasalnya bisa disimpulkan bahwa iklim di provinsi Banten ini sedang ekstrim.

“Kekeringan ini diprediksi sampai bulan september, kemarin ada hujan pun, bukan berarti menandakan perubahan iklim menjadi musim hujan,”paparnya.

Untuk itu, masih kata Komari, pihaknya langsung menuju Kabupaten Lebak untuk menidistribusikan air bersih yang merupakan bantuan dari pemerintah provinsi Banten melalui BPBD Provinsi setempat.

“Kami menerima laporan dari BPBD Kabupaten Lebak, oleh karena itu kami langsung menuju kabupaten tersebut untuk mendistribusikan air bersih dengan kapasitas secukupnya kepada masyarakat Kabupaten Lebak,” Katanya.‎

Lebih jauh Komari juga menjelaskan, untuk pendistribusian air bersih kali ini berada di 12 titik yang terbagi kedalam 3 zona yang ada di kabupaten Lebak.

“Ada 3 zona yang akan diberikan bantuan air bersih , di zona selatan ada 4 desa yaitu Wanasalam, Panggarangan , Cihara dan Bayah, untuk di zona utara yaitu Sajira , Muncang, dan Maja , dan zona selanjutnya yaitu full satu kecamatan, di kecamatan Leuwidamar,”tandasnya.

Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, pihaknya membantah jika kabupaten Lebak sebagai daerah yang paling parah mengalami kekeringan.

“Karena judulnya penanggulangan di Lebak ini belum tentu juga sebagai daerah yang paling parah mengalami kekeringan, karena kami juga sebagai BPBD kabupaten Lebak terus berbenah dan menanggulangi kekeringan yang melanda,”kilahnya.

Menurut Kaprawi, tidak bisa dipungkiri, di kabupatekabupaten Lebak saat ini yang terindikasi rawan kekeringan ada sekitar 15 kecamatan di kabupaten Lebak.

“Dari 28 kecamatan, 15 kecamatan terindikasi rawan kekeringan dan yang sudah melapor sekitar 7 kecamatan dan itu sudah diberikan bantuan, namun dengan datangnya BPBD provinsi ke Kabupaten Lebak kami dari pihak pemkab Lebak mengapresiasi dan berterimakasih telah merespon secara cepat laporan yang kami layangkan,”kilahnya. (Riz)