Kritik DPRD dan Pemkab Mahasiswa Bentrok

Kritik DPRD dan Pemkab Mahasiswa Bentrok, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kritik DPRD dan Pemkab Mahasiswa Bentrok, Berita780

Kritik DPRD dan Pemkab Mahasiswa Bentrok, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kritik DPRD dan Pemkab Mahasiswa Bentrok, 780, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kritik DPRD dan Pemkab Mahasiswa Bentrok

Pendemo bentrok dengan Satpol PP di depan ruang paripurna
Pendemo bentrok dengan Satpol PP di depan ruang paripurna

TRUSTKOTACOM-Ratusan massa yang mengaku dariĀ  Eelemen Mahasiswa Bersatu Untuk Banten (Embun) terlibat bentrok dengan petugas Satpol PP saat rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lebak, Kamis (29/11/2012), pagi. Massa ini menilai kinerja anggota DPRD Kabupaten Lebak masih jauh dari harapan.

Aksi demo dilakukan EMBUn sekitar pukul 08.30 WIB, di depan DPRD Kabupaten Lebak. Kurang lebih setengah jam melakukan orasi, tiba-tiba massa merangsek masuk ke ruangan paripurna. Petugas Satpol PP yang menghadang langkah para pendemo terlibat cek-cok mulut dengan para pengunjuk rasa.

Satpol PP menilai, aksi unjuk rasa para mahasiswa ini tidak ada izinnya. Sementara pihak pengunjuk rasa mengaku sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian. Cek-cok mulut membuat mahasiswa dengan Satpol PP akhirnya berbuntut bentrokan. Aksi saling dorong antara Satpol PP dan mahasiswa tidak bisa dihindarkan lagi. Sempat terjadi aksi saling pukul antara pendemo dan petugas Satpol PP. Beruntung tidak ada korban luka dalam bentrokan tersebut.

Bentrokan dapat diredam setelah petugas kepolisian dari Polres Kabupaten Lebak datang ke lokasi bentrokan dan menghalau para pendemo kembali ke depan gedung DPRD. “Apa yang saya lakukan sebatas mengusir pendemo. Terkait tindakan anggotanya yang tegas bertujuan agar massa keluar gedung dewan,” kata Kasatpol PP Lebak, Suganda.

Sementara itu, Agus, koordinator aksi menyatakan, fungsi DPRD sebagai lembaga pengawas pemerintah tidak berjalan. Akibatnya, kata Agus, pembangunan di Kabupaten Lebak tidak merata. ” Padahal di lembaga DPRD ada perwakilan dari setiap wilayah di Kabupaten Lebak. Dimana kepedulian wakil-wakil rakyat dalam pembangunan di Kabupaten Lebak selama ini.

Tak hanya itu, Agus juga mengkritik pemerintah Bupati Jaya Baya. Kepemimpinan Bupati Jaya Baya dalam melakukan pembangunan dinilai belum berhasil. “Belum maksimalnya kemajuan Lebak indikator dari kegagalan kepala daerah. Coba lihat daerah selatan seperti Bayah, Wanasalam seperti jauh tertinggal dan kurang mendapat perhatian pembangunan,”tegas Agus. (tmn)