Kinerja Disdukcapil Lebak Dinilai Ribet

Kinerja Disdukcapil Lebak Dinilai Ribet, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kinerja Disdukcapil Lebak Dinilai Ribet, Berita144

Kinerja Disdukcapil Lebak Dinilai Ribet, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kinerja Disdukcapil Lebak Dinilai Ribet, 144, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kinerja Disdukcapil Lebak Dinilai Ribet

Sejumlah Mahasiswa yanh tergolong kedalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat ketika melangsungkan aksi unjuk rasa didepan kantor Disdukcapil Lebak, Kamis (08/10). Mereka menilai proses pemubatan KTP saat ini sulit dan mahal akibat adanya oknum pegawai yang memberikan perlakuan tebang pilih.
Sejumlah Mahasiswa yanh tergolong kedalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat ketika melangsungkan aksi unjuk rasa didepan kantor Disdukcapil Lebak, Kamis (08/10). Mereka menilai proses pemubatan KTP saat ini sulit dan mahal akibat adanya oknum pegawai yang memberikan perlakuan tebang pilih.

LEBAK,TRUSTKOTA- Sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa Peruli Rakyat (Gempar) Banten , Kamis (8/10) melakukan aksi demo ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menyusul adanya pelayanan pembuatan KTP terlalu mahal serta prosesnya yang berbelit-belit.

Selain itu, terkadang oknum pegawai dinas tersebut memberikan perlakuan tebang pilih kepada masyarakat yang ingin membuat tanda administrasi kependudukan berupa KTP dan KK. Perlakuan tebang pilih tersebut dapat dilihat dari perlakuan khusus dari pegawai Disdukcapil kepada pemohon yang didampingi oleh aparat dari Desa. Karena, mereka selalu didahulukan pelayanannya, akan tetapi, pelayanan yang diberikan petugas Disdukcapil akan berbeda jika pemohon datang sendiri, karena  oknum petugas selalu mengatakan blanko sedang kosong kepada pemohon yang datang tanpa didampingi aparat desa.

“Kami menilai pembuatan KTP di Kabupaten Lebak sangat mahal sekali, tentu saja hal tersebut sangat membebani masyarakat kurang mampu, kondisi ini juga diperparah dengan sikap dari oknum petugas di Disdukcapil yang selalu melayani pemohon yang didampingi oleh petugas kantor desa,” Ujar koordinator aksi Muhammad Arif dalam orasinya, dihalaman Kantor Disdukcapil Lebak, Kamis(8/10).

Karena adanya kesenjangan yang dilakukan oleh petugas Disdukcapil tersebut menurut mahasiswa, akhirnya melahirkan para calo yang berkedok aparat dari desa. Karena, pemohon yang diantar oleh aparat tersebut selalu diminta uang dengan dalih transportasi bagi para petugas pengurus KTP. Belum lagi biaya pembuatannya akan semakin membengkak jika para pemohon itu berasal dari daerah pelosok yang ada di Kabupaten Lebak.

Besar harapan para pendemo agar kantor Disdukcapil membenahi pelayanan serta memberantas mafia pembuatan KTP yang disinyalir dilakukan secara terstruktur,”Kami meminta agar Disdukcapil segera memberantas mafia pembuatan KTP,,”kata Muhammad Arif

Sementara Ajat, salah seorang petugas pembuat KTP pada bidang Kependudukan Disdukcapil Lebak membantah jika pembuatan KTP sangat mahal, karena kantor Disdukcapil tidak pernah memebankan biaya kepada para pemohon yang akan membuat administrasi kependudukan semisal KTP dan KK. Namun dirinya tidak membantah jika ada pemohon dari pelosok yang mengeluarkan dana untuk mengurus pembuatannya, karena diminta uang transportasi oleh pihak desa selaku pengurus.

“Dari kami gratis kok, meskipun ada warga yang membayar uang tranportasi untuk kepengurusan KTP, tapi itu kepada orang yang mengurusnya, bukan kepada kami dan itu hanya ongkos saja, karena jarak antara Kecamatan pemohon dengan Kabupaten sangat jauh,” Kilah Ajat (Riz)