Ketua DPC PDI Perjuangan Berang

Ketua DPC PDI Perjuangan Berang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ketua DPC PDI Perjuangan Berang, Berita799

Ketua DPC PDI Perjuangan Berang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ketua DPC PDI Perjuangan Berang, 799, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ketua DPC PDI Perjuangan Berang

Lambang PDI-Perjuangan
Lambang PDI-Perjuangan

TRUSTKOTACOM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai (DPC) Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) Kabupaten Pandeglang, Ebi Santibi mempertanyakan progres usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) atas nama M Toha Alamsyah. Sebab, sejak usulan PAW dilayangkan ke DPRD Pandeglang pada (03/08/2012), hingga saat ini belum ada keputusan.

Ebi menilai, seluruh wakil rakyat melindungi anggotanya dari segala serangan politik, seperti usulan PAW dari partainya. Dugaan itu muncul dengan adanya voice recorder (rekaman suara) salah seorang anggota dewan yang menyatakan, tidak akan terjadi PAW dari partai manapun hingga 2014.

“Saya mengecam pernyataan salah seorang wakil rakyat yang menyatakan tidak akan terjadi PAW dari partai manapun, termasuk dari PDI-Perjuangan. Karena sudah ada kesepakatan bersama yang saling melindungi sesama anggota dewan dari fraksi manapun,” ujar Ebi, Rabu (20/02/2013).

Menurut Ebi, pernyataan salah seorang anggota dewan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Ebi mengaku, pihaknya memiliki bukti dan saksi mata yang kuat atas pernyataan tersebut. Ebi  juga mengaku heran mengapa hingga terjadi kesepakatan saling melindungi sesama anggota dewan yang akan di PAW. Bahkan, lanjut Ebi, terkesan ada pihak yang mencoba menghambat proses usulan PAW dari partainya.

“Padahal, seluruh syarat sudah dipenuhi namun hingga kini PAW tidak kunjung terealisasi. Surat keputusan terbit pada 6 Juli 2012 dan itu ditandatangani langsung oleh ibu Megawati Soekarno Putri dan Sekjen PDI Perjuangan. Dalam surat tersebut tertulis jika keputusan PAW M Toha Alamsyah Natakusumah Nomor: 196/KPTS/DPP/VII/2012 dan Nomor:  2071/IN/DPP/VI/2012, dan Nomor: 2771/IN/DPP/VII/2012 sudah dilayangkan ke DPRD Pandeglang pada 3 Agustus 2012. Namun, surat itu masuk bak sampah, sampai semua surat diminta fatwa Mendagri oleh Ketua DPRD bukan ke PDI Perjuangan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pandeglang, Ade Permana Suta membantah jika proses PAW M Toha Alamsyah Natakusumah tidak diproses. Menurutnya, semua usulan PAW dari partai manapun diproses. Jika terjadi keterlambatan proses PAW itu, kata dia, lebih pada kekurangan persyaratan dari partainya.

“Yang jelas lembaga legislatif memproses semua usulan PAW. PAW M Toha itu bukan usulan BK, tetapi permintaan partainya. Jadi selama lembaga memproses, maka BK menganggap itu sedang berjalan,” singkatnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Pandeglang, Roni Bahroni menyatakan, M Toha Alamsyah Natakusumah sudah tidak layak menjadi anggota legislatif. Dia menegaskan, ketidaklayakan tersebut berdasar pada banyaknya pelanggaran kode etik dewan. “Dia (M Toha Alamsyah Nataskusumah, red) sudah banyak melakukan pelanggaran dan sudah tidak layak menjadi anggota dewan,” tegasnya.

Roni menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan surat dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) atas jawaban surat dari DPP PDI Perjuangan. Kata dia, isi surat tersebut bisa ditanyakan ke bagian kesekretariatan DPRD. “Jika ingin lebih jelas soal isi surat itu, silahkan tanya ke Sekretaris Dewan (Sekwan). Namun yang jelas dalam surat itu perlu dipelajari dahulu sebagai dasar kami bersikap,” ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Saat disinggung mengenai dugaan adanya upaya saling melindungi sesama anggota dewan terhadap usulan PAW, dia menyatakan tidak mengetahui hal itu. Menurutnya, secara personal mungkin hal tersebut wajar dan sah-sah saja, tetapi untuk lebih jauh dirinya tidak mengetahui informasi tersebut. “Saya belum tahu informasi itu. Tapi kalau informasi itu berkembang sah-sah saja, dan kalau bisa silahkan tunjuk hidung siapa yang orangnya,” tukasnya. (yar)