Kesal, Mantan Karyawan Indomaret Gasak Brankas Toko

Kesal, Mantan Karyawan Indomaret Gasak Brankas Toko, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal, Mantan Karyawan Indomaret Gasak Brankas Toko, Berita460

Kesal, Mantan Karyawan Indomaret Gasak Brankas Toko, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal, Mantan Karyawan Indomaret Gasak Brankas Toko, 460, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal, Mantan Karyawan Indomaret Gasak Brankas Toko

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTA TANGERANG – DK disergap anggota resmob Polsek Panongan, setelah aksinya mencuri uang di sebuah minimarket di Jalan Raya Korelet, Rat 11/03, Desa Rancaiyuh, Panongan, Kamis (29/11/2017).

DK (22) yang tak lain adalah pegawai minimarket tersebut disergap polisi dirumah kontrakannya di
Kampung Sempur, Desa Peusar, Panongan sekitar pukul 01.00 WIB. Saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa kunci duplikat berangkas, kemeja, dan celana panjang warna hitam yang dikenakan pelaku sebagaimana terekam CCTV toko.

Kapolsek Panongan, AKP Trisno T Uji mengatakan, pihak toko menyadari telah kehilangan uang di brankas saat salah satu karyawan akan memasukkan uang hasil penjualan pada Sabtu (25/11/2017) lalu.

Setelah selesai menutup toko, seperti biasa salah seorang saksi, Nurifah, karyawan toko tersebut menghitung uang hasil penjualan pada hari itu. Selesai menghitung, sekitar pukul 22.30 WIB, ia meletakkan uang itu ke dalam berangkas. Namun alangkah kagetnya ia saat melihat uang hasil penjualan pada hari Kamis (23/11/2017) didalam berangkas dalam keadaan berantakan. Ternyata, setelah dihitung uang yang semula berjumlah Rp27 juta, tinggal tersisa Rp17 juta. Nurifah pun kemudian melaporkan hal itu kepada Deni Prihatin selaku kepala toko.

“Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV, kami mendapatkan petunjuk pelaku,” tambahnya.

Kepada penyidik, kata Trisno, pelaku mengaku telah mengambil uang tersebut dengan menggunakan kunci duplikat karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP. “Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,” tukasnya.(TMN/Gor)