Kesal Ditinggal Saat Dugem, TNI Gadungan Bunuh Temanya

Kesal Ditinggal Saat Dugem, TNI Gadungan Bunuh Temanya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal Ditinggal Saat Dugem, TNI Gadungan Bunuh Temanya, Berita537

Kesal Ditinggal Saat Dugem, TNI Gadungan Bunuh Temanya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal Ditinggal Saat Dugem, TNI Gadungan Bunuh Temanya, 537, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal Ditinggal Saat Dugem, TNI Gadungan Bunuh Temanya

Dua tersangka saat di Mapolsek Cikupa.
Dua tersangka saat di Mapolsek Cikupa.

TRUSTKOTACOM CIKUPA – EH alias Eko Sudaryanto warga Pasir Gadung RT 06/01 , seorang TNI gadungan ditangkap petugas Polsek Cikupa, lantaran terbukti menganiya temanya hingga tewas.

EH diringkus polisi bersama satu pelaku lainya MK pada 11 April 2014 lalu, di pangkalan truck, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kanit Reskrim Polsek Cikupa Ipda Sumiran mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka berawal dari laporan warga mengenai adanya tindak penganiayaan di Kampung Kadu Sabrang, Kecamatan Cikupa. Setelah mendapat laporan petugas langsung terjun ke lokasi.

“Korban MK ditemukan dalam keadaan sekarat, dengan luka serius dikepala dan leher. Korban meninggal dunia diperjalanan saat khendak dibawa ke Rumah Sakit (RS),” ungkap Sumiran, Selasa (06/05/2014).

Menurut Sumiran, kedua pelaku nekad menganiya korban yang merupakan temanya sendiri, lantaran kesal ditinggal pulang oleh korban MA saat Dugem di Jakarta. Kedua pelaku dan korban, awalnya berangkat bersama-sama dari Tangerang ke tempat hiburan di Jakarta.

“Karena merasa kesal, kemudian kedua pelaku mendatangi korban di rumah kontrakannya dan langsung menganiayanya hingga sekarat,” terangnya.

Kini kedua pelaku mendekam di tahanan Polsek Cikupa. Keduanya dijerat pasal 170 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Tersangka EH sempat mengaku dan menunjukan kartu anggota TNI. Setelah kita periksa secara intensif, tersangka ternyata bukan anggota TNI,” ujarnya. (cun)