Kesal Di Tagih Hutang, Penjual Obat Cekik Dokter

Kesal Di Tagih Hutang, Penjual Obat Cekik Dokter, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal Di Tagih Hutang, Penjual Obat Cekik Dokter, Berita472

Kesal Di Tagih Hutang, Penjual Obat Cekik Dokter, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal Di Tagih Hutang, Penjual Obat Cekik Dokter, 472, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kesal Di Tagih Hutang, Penjual Obat Cekik Dokter

tersangka SBC (kiri)
tersangka SBC (kiri)

TRUSTKOTACOM РSBC (36) warga Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, terpaksa harus mendekam di tahanan Polres Kota Tangerang. SBC seorang penjual obat ditangkap polisi karena berusaha melakukan pembunuhan terhadap seorang Dokter, warga  perumahan BSD, Blok K/1 Sektor 1, RT 04/04, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kapolsek Serpong Kompol Leganek Mawardi mengatakan, aksi pencobaan pembunuhan yang dilakukan SBC terjadi pada Sabtu (02/02/2013) lalu. Pada saat itu, pelaku mendatangi korban dikediamanya dan minta pinjaman uang untuk modal bisnis farmasinya. Karena pelaku masih memiliki hutang sebesar Rp 150 juta, korban pun menolak permintaan pelaku dan sebaliknya korban menagih hutang yang belum dilunasi oleh tersangka.

“Karena merasa kesal dan tersinggung, tersangka langsung menutup mulut korban dengan lakban, kemudian¬† mendorongnya ke sofa dan mencekiknya. Teriakan korban terdengar security setempat, mereka langsung mendatangi rumah korban dan menagkap pelaku, lalu diserahkan ke Polsek Serpong,” ungkap Leganek, Senin (11/02/2013).

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya menemukan pisau daging, masker, plat nomor mobil palsu dan sarung tangan dari dalam mobil tersangka . “Kuat dugaan, alat-alat tersebut dipersiapkan untuk membunuh korban.” tambah Leganek.

Sementara itu, tersangka SBC mengaku tidak berniat membunuh korban. Dia hanya ingin meminjam uang karena usaha distribusi obatnya bangkrut. “Saya cuma mau ngasih pelajaran dan tidak berniat membunuhnya,” ucapnya.

Akibat perbuatanya, tersangka dijerat pasal 338 KUHP jo pasal 53 KUHP tentang dan pasal 2 ayat 1 UU dadurat no 12/1951, subsider pasal 351 KUHP lebih subsider pasal 335 KUHP dengan ancaman penjara diatas lima tahun. (cun)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait