Kendaraan Besar di Jalan Raya Legok-Parung Meresahkan, PDIP: Gubernur Harus Keluarkan Pergub

Kendaraan Besar di Jalan Raya Legok-Parung Meresahkan, PDIP: Gubernur Harus Keluarkan Pergub, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kendaraan Besar di Jalan Raya Legok-Parung Meresahkan, PDIP: Gubernur Harus Keluarkan Pergub, Berita318

Truk bermuatan besar di Jalan Raya Legok-Parung Panjang ( JD Marhaendra/trustkota.com)
Truk bermuatan besar di Jalan Raya Legok-Parung Panjang ( JD Marhaendra/trustkota.com)

TRUSKOTA TANGERANG- Kendaraan besar hilir mudik di Jalan Raya Legok-Parung Panjang. Hal itu menyebabkan jalan raya yang yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten rusak parah.

“Jalan Pemprov Banten yang berada di Legok hampir setiap tahun direhab. Lantaran jalan mudah rusak karena banyaknya kendaraan besar yang lewat,” ujar Muhlis, Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Banten, Selasa (19/12/2017).

Papar Muhlis, Pemprov Banten harus membuat aturan agar mobil-mobil berukuran besar yang membawa tambang pasir di wilayah tersebut tidak bebas hilir mudik.

Salah satunya yakni membuat Peraturan Gubernur (Pergub) tentang aturan jam-jam tertentu mobil truk dan tronton bisa lewat di jalur utama.

“Selain menimbulkan kerusakan jalan. Banyaknya truk itu membuat jalur Legok-Parung Panjang rawan kecelakaan. Belum lagi penyakit Ispa yang ditimbulkan oleh debu jalanan yang berhamburan,” tegasnya.

Muhlis menambahkan, pihak dari Pemprov Banten juga harus duduk bersama dengan Pemerintah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Karena Kabupaten Tangerang hanya kedapatan jalan rusaknya saja. Itu tambang diangkut dari Jawa Barat dan dikirim ke DKI Jakarta. Jadi ketiga kepada daerah harus duduk bersama cari solusi. Agar warga tidak dirugikan,” pungkasnya. 

Sementara, warga setempat Doyok mengatakan, keberadaan truk yang melewati Jalan Raya Legok-Parung Panjang merupakan pemadangan umum yang setiap hari terjadi.

“Kecelakaan kerap terjadi di jalan ini. Karena jalan rusak dan truk padat merayap. Mau berapa orang lagi yang harus jadi korban,” ketusnya.

Ia berharap, pihak terkait bisa mengatasi hal tersebut. “Tolonglah Pak Gubernur, wilayah kami diperhatikan,” ucapnya. (joe)