Kenaikan Retribusi Perizinan Apakah Berdampak Negatif Pada Iklim Investasi?

Kenaikan Retribusi Perizinan Apakah Berdampak Negatif Pada Iklim Investasi?, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kenaikan Retribusi Perizinan Apakah Berdampak Negatif Pada Iklim Investasi?, Berita146

Kenaikan Retribusi Perizinan Apakah Berdampak Negatif Pada Iklim Investasi?, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kenaikan Retribusi Perizinan Apakah Berdampak Negatif Pada Iklim Investasi?, 146, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kenaikan Retribusi Perizinan Apakah Berdampak Negatif Pada Iklim Investasi?

dewan

TIGARAKSA TRUSTKOTA-Rencana kenaikan retribusi perizinan terus dikaji DPRD Kabupaten Tangerang agar tidak berdampak negatif pada iklim investasi di kota seribu industri ini.

Menurut Wakil Ketua Pansus I DPRD, H. Yani terkait rencama itu, pihaknya sudah melakukan studi ke sejumlah daerah untuk mempelajari tarif retribusi di daerah lain. Tujuannya, agar jangan sampai perubahan tarif yang diberlakukan di Kabupaten Tangerang nanti malah berdampak negative bagi iklim investasi.

“Sebenarnya retribusi di Kabupaten Tangerang ini meski belum naik tapi retribusinya sudah tinggi. Kita berharap mudah-mudahan dengan perubahan pasal ini tidak mengubah iklim investasi menjadi lebih buruk,” harapnya.

Sekretaris Pansus I lainnya Permaskarno menambahkan, di daerah lain, Pemda menerapkan aturan yang mungkin berbeda dengan di Kabupaten Tangerang. Di daerah lain yang sudah maju, untuk retribusi lahan, semakin luas lahan yang digunakan oleh perusahaan, maka semakin kecil retribusi yang ditarik.

 Sedangkan di Kabupaten Tangerang, semakin besar lahan yang digunakan untuk investasi, semakin besar ula retribusi yang ditarik. “Oleh karena itu, pihaknya kini tengah mengkaji kembali aturan yanga da supaya tidak memberatkan juga bagi pengusaha,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD, Dedi Sutardi menambahkan, mengenai rencana kenaikan tariff retribusi izin HO ini pihaknya tidak mau gegabah.

Meskipun rencana kenaikan tariff ini usulan dari eksekutif, namun dewan harus mengkaji kembali perlu atau tidaknya dinaikan, dan bagaimana dampaknya terhadap iklim investasi ke depan karena tariff yang berlaku saat ini saja sudah termasuk tinggi.

“Intinya jangan sampai memberatkan npengusaha atau investor, supaya iklim investasi di Kabupaten Tangerang ini tetap kondusif dan investor makin tertyarik berinvestasi di Kabupaten Tangerang, terutama pengusaha-pengusaha local,” tambahnya. (Cun/Dik)