Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Sawah Di Lebak Terancam Gagal Panen

Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Sawah Di Lebak Terancam Gagal Panen, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Sawah Di Lebak Terancam Gagal Panen, Berita745

Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Sawah Di Lebak Terancam Gagal Panen, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Sawah Di Lebak Terancam Gagal Panen, 745, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kemarau Panjang, Ribuan Hektar Sawah Di Lebak Terancam Gagal Panen

Ilustrasi
Ilustrasi

LEBAK,TRUSTKOTA- Akibat kemarau panjang yang saat ini melanda beberapa daerah Di Indonesia termasuk Kabupaten Lebak, sekitar 2.260 hektar area pesawahaan di Kabupaten Lebak mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Hal itu dikatakan Wismaryoto Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak.

Pihaknya mengatakan, Di kecamatan Cihara sekitar  30 hektar sawah terancam gagal panen, tidak menutup kemungkinan didaerah lainnya juga terancam gagal panen.

” dari data yang kita himpun ada 2.260 hektar areal persawahan di Kabupaten Lebak mengalami kekeringan bahkan di Kecamatan Cihara tercatat sebanyak  30 hektar sawah terancam gagal panen, karena pada daerah tersebut termasuk sawah tadah hujan,”paparnya, di Rangkasbitung, Senin (8/10/2015).

Menurutnya, meski demikian dibeberapa Kecamatan masih terdapat sawah yang akan memasuki masa panen pada bulan September mendatang yang rata-rata area persawahan tersebut dialiri sungai, sehingga pasokan air dapat terpenuhi oleh air sungai dengan sistem pompanisasi.

“Untuk menyikapi persoalan kekeringan akibat kemarau panjang yang terjadai saat ini,  Dinas Pertanian akan terus berupaya melakukan berbagai cara, diantaranya memberikan bantuan mesin penyedot air dengan kapasitas besar, dan memasok alat pompanisasi disejumblah wilayah yang terdampak kekeringan cukup parah sehingga dengan keberadaan pompa air tersebut setidaknya mampu meringankan beban para petani saat ini,”ujarnya.

Sementara, Eko Saep, salah seorang petani asal Kecamatan Cihara, membenarkan jika areal persawahan diderahnya mengalami gagal panen akibat kekeringan, tentu saja hal ini sangat merugikan para petani karena selama ini jika dikalkulasikan, kerugian materi akibat gagal panen sebanyak puluhan juta rupiah.

“Kami mengalami kerugian yang sangat besar, untuk itu kami mengharapkan pemerintah daerag bisa memberikan solusi yang terbaik bagi kami. ”Pungkasnya. (Riz)