Kejati Sita Ratusan Juta dari Kasus Pengadaan Logistik Pilkada Banten

Kejati Sita Ratusan Juta dari Kasus Pengadaan Logistik Pilkada Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejati Sita Ratusan Juta dari Kasus Pengadaan Logistik Pilkada Banten, Berita492

Kejati Sita Ratusan Juta dari Kasus Pengadaan Logistik Pilkada Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejati Sita Ratusan Juta dari Kasus Pengadaan Logistik Pilkada Banten, 492, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejati Sita Ratusan Juta dari Kasus Pengadaan Logistik Pilkada Banten

Kertas suara Pilgub Banten 2011.
Kertas suara Pilgub Banten 2011.

TRUSTKOTACOM – Uang senilai Rp 611 juta, disita Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, dari penanganan kasus dugaan korupsi  proyek pengadaan pencetakan surat suara dan kartu pemilih dalam Pilkada Banten 2011. Total anggaran untuk pengadaan percetakan surat suara itu,  sebesar Rp 5,8 miliar, yang berasal dari APBD Provinsi Banten.

“Benar kami telah menyita uang sebsar RP 611 juta dan minggu depan uang sitaan ini sampai Rp 200 juta.Uang tersebut dari penanganan dugaan korupsi tersebut,” kata Kasi Penyidikan Kejati Banten Eben Neser, kepada wartawan, (10/01/2014).

Menurutnya, uang sitaan tersebut dikumpulkan dari sejumlah saksi diantaranya pengusaha, panitia pemeriksa, dan lainnya. Proses penanganan perkara ini, lanjut Eben, sudah hampir rampung di proses pemeriksaan saksi.

“Proses pemeriksaan saksi sudah rampung sekitar 80 persen dengan 29 orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Rencananya dari keterangan saksi itu, akan dikonfrontir dengan tiga tersangka. Tunggu saja nanti akan dijadwalkan,” ucapnya.

Selain itu, Kejati juga masih menunggu hasil laporan resmi perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Masih koordinasi dengan BPKP, mudah-mudahan 2 bulan lagi perkara sudah kami limpahkan ke pengadilan,” katanya.

Eben menambahkan, penanganan kasus korupsi  bukan hanya sekadar penindakan, melainkan menyangkut efek jera dan pengembalian keuangan negara. Kadang ada beberapa hal yang memang belum bisa disampaikan karena itu bagian dari strategi penyidikan. “Dalam proses penyidikan tentunya penyidik punya strategi untuk itu, jadi selama ini bukan kami tidak ingin memberi informasi. Tapi kami sedang bekerja,” katanya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini Kejati juga telah menahan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten, Erik Syehabudin, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan, Umum, dan Logistik Sekretariat KPU Banten, Dede Iwan Kurniawan, dan Nasution selaku direktur CV RGM selaku penyedia barang.

Sebelumnya, Kasi Penkum dan Humas Kejati Banten, Yopi Rulianda mengatakan, penahanan Erik dilakukan untuk memudahkan penyidikan dalam kasus tersebut. Selain itu, dikhawatirkan tersangka Erik akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. (teg/mb)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait