Kejari Selidiki Pembangunan Puskesmas Sobang

Kejari Selidiki Pembangunan Puskesmas Sobang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejari Selidiki Pembangunan Puskesmas Sobang, Berita758

Kejari Selidiki Pembangunan Puskesmas Sobang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejari Selidiki Pembangunan Puskesmas Sobang, 758, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejari Selidiki Pembangunan Puskesmas Sobang

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang mulai mendalami laporandugaan tindak pidana korupsi yang masuk dari masyarakat. Salah satunya,  dugaan penyimpangan pembangunan ruang bersalin Puskesmas Sobang.

Pembangunan ruang bersalin senilai Rp 80 juta yang bersumber dari APBD Pandeglang 2012 itu diduga bermasalah karena hasil pembangunan tidak maksimal.

“Soal pembangunan Puskesmas Sobang sudah saya instruksikan kepada bawahan untuk diselidiki. Kami tidak tidur, justru kami terus memantau dan menerima laporan dari masyarakat,” tegas Kepala Kejari (Kajari) Pandeglang, Sitti Ratnah kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/02/2013).

Menurut Ratnah, dalam melaksanakan tugas pihaknya tidak pandang bulu. Ia juga menegaskan, siapapun yang terlibat masalah hukum maka akan diproses sesuai aturan. “Saya tidak pandang bulu. Yang penting ada dua alat bukti maka seseorang bisa ditetapkan sebagai tersangka. Saya suka menangani kasus korupsi, terutama yang nilainya besar,” terangnya.

Sementara, Ketua Pemantau Aset Negara Republik Indonesia (PANRI) Banten, Aang Kunaefi Saputra mendukung langkah Kejari Pandeglang yang akan mengusut semua laporan dan pengaduan dari masyarakat. Terutama, kasus hukum tindak pidana korupsi yang berdampak pada kerugian uang negara.

“Kami sangat mendukung langkan yang Kejari ambil. Bila perlu kami juga akan membantu memberikan data dan informasi yang akurat untuk membantu proses penyelidikan,” ungkap Aang.

Dia menjelaskan, pembangunan ruang bersalin Puskesmas Sobang terindikasi mengakibatkan kerugian negara. Pasalnya, hasil pembangunan dengan nilai Rp80 juta hasilnya sangat tidak maksimal. Hal itu bisa terlihat secara kasat mata, terutama pada fisik gedung yang tidak sempurna.

“Misalnya, dinding yang tidak simetris dan bergelombang, lantai yang diduga tidak menggunakan water pass, atap yang sudah mulai bocor, serta material bangunan yang tidak berkualitas. Jika hasil pembangunan tidak maksimal, berarti ada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang tidak sesuai. Maka itu berarti ada pengurangan kualitas fisik dan berujung pada hilangnya uang negara,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dugaan penyimpangan proyek pembangunan Puskesmas itu juga tidak menutup kemungkinan terjadi di 19 Puskesmas dan Poskesdes lainnya yang ada di Kabupaten Pandeglang. Sebab selain di Kecamatan Sobang, terangnya, Pemkab Pandeglang juga sudah membangun 19 Puskesmas dan Poskesdes.

Dengan fakta itu, sambung Aang, pihak aparat penegak hukum diharapkan bisa memeriksa pihak terkait, terutama pelaksana kegiatan,konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PKK). “Meski masih dalam tahap pemeliharaan, tapi saya yakin gedung itu tidak akan awet. Sebab kualitasnya tidak terjamin. Maka kami berharap Kejari bisa segera memanggil pihak yang terlibat dalam pembangunan ini,” pungkasnya. (mor)