Kejari Didesak Usut Dugaan Penyimpangan Dana BSM di BJB Rangkasbitung

Kejari Didesak Usut Dugaan Penyimpangan Dana BSM di BJB Rangkasbitung, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejari Didesak Usut Dugaan Penyimpangan Dana BSM di BJB Rangkasbitung, Berita794

Kejari Didesak Usut Dugaan Penyimpangan Dana BSM di BJB Rangkasbitung, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejari Didesak Usut Dugaan Penyimpangan Dana BSM di BJB Rangkasbitung, 794, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejari Didesak Usut Dugaan Penyimpangan Dana BSM di BJB Rangkasbitung

Falah perwakilan aktivis Embun usai menyerhkan berkas laporannya ke Kejari Rangkasbitung.
Falah perwakilan aktivis Embun usai menyerhkan berkas laporannya ke Kejari Rangkasbitung.

TRUSTKOTA LEBAK – Sejumlah aktivis mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung, Kamis (26/6), Siang. Aktivis yang berjumlah sekitar 5 orang itu, mendesak Kejari agar mengusut dugaan penyimpangan pada dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) Tahun 2013, Oleh Bank Jabar Banten (BJB0, Cabang Rangkasbitung.

“Ya secara resmi kita laporkan kepada pihak Kejari untuk ditindaklanjuti dugaan penyimpangan ini. Kami  mendesak kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus ini ,” Ujar Falah perwakilan aktivis Embun usai menyerhkan berkas laporannya.

Menururt Falah, apapun dalihnya pihak BJB, jelas itu dugaan pelanggaran kalau mengacu pada  juklak dan juknis proses pencairan dana BSM. Kata Falah, berdasarkan ketentuan , bahwa pencairan dana BSM tidak boleh di sisakan sebagai saldo rekening bank yang menyalurkan.

” Tapi baru di BJB aja penerima dana BSM diwajibkan menyisakan saldonya sebesar RP 25000 per siswa. Jika dikalikan dengan seluruh siswa-siswi di Kabupaten Lebak yang menerima BSM ada sekitar Rp 2,7 Miliar uang yang mengendap,” imbuh Falah.

Sementara itu Kasi Intel Kajaksaan Negeri Rangkasbitung Eko Baroto mengatakan, pihaknya mengapresiasi kedatangan para aktivis tersebut. Terkait dengan desakannya , kata Eko, pihaknya akan mempelajarinya selanjutnya akan melakukan pengumpulan barang bukti (Pulbaket) atau data -data.

” Kita tunggu aja dulu, kami harus mempelajari dulu berkas laporannya ,” kata Eko.

Seperti diketahui, Tahun 2013 BJB Cabang Rangkasbitung mendapat kepercayaan mengelola pencairan dana BSM untuk sekitar 108.000 siswa. Dalam prosesnya pihak BJB diduga mewajibkan pemilik rekening dana BSM tersebut untuk menyisakan saldonya sebesar RP 25.000 per siswa.

Sebelumnya, mahasiswa dan aktivis melakukan aksi demo terkait dugaan penyimpangan dana BSM ini di Halaman Kantor BJB Rangkasbitung. Mereka mendesak Kepala Cabang BJB Rangkasbitung agar dicopot dan meminta pihak berwajib mengusut tuntas dugaan ketidakberesan dalam penyaluran dana BSM ini. (Yat)