Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Korupsi MP3KI Cimarga

Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Korupsi MP3KI Cimarga, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Korupsi MP3KI Cimarga, Berita844

Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Korupsi MP3KI Cimarga, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Korupsi MP3KI Cimarga, 844, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Korupsi MP3KI Cimarga

Kasat Intel Kepolisian Polres Lebak AKP Asroji ketika sedang mengusir pendemo, karena dinilai tak berijin
Kasat Intel Kepolisian Polres Lebak AKP Asroji ketika sedang mengusir pendemo, karena dinilai tak berijin

LEBAK,TRUSTKOTA- Sejumlah aktivis dari Gerakan Mahasiswa Peduli Lebak (Gempar), meminta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi pada Program Masterplan Percepatan dan Perluasan dan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI).

“Kabupaten Lebak mendapat anggaran sebesar Rp7,7 Miliar dari APBN yang diperuntukkan program MP3KI di Kecamatan Cimarga, tapi sayang program tersebut tidk berjalan sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat,” ujar Nindi, Korlap aksi dalam orasinya, Kamis (19/3/2015)‎

Gempar menilai, program tersebut telah terindikasi terjadinya penyelewengan anggaran oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Sangat disayangkan, anggaran yang begitu fantastis mencapai miliaran rupiah. Namun tidak bisa dipergunakan dengan maksimal sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk itu kami minta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas proyek tersebut.” Katanya.

Padahal sambung Nindi,  jika anggaran sebesar itu maka program tersebut akan mampu berjalan dengan optimal sehingga program pengurangan kemiskinan bisa berjalan dengan baik dan dapat terasakan secara angsung oleh masyarakat.

” Sekali lagi kami medesak  aparat penegak hukum bisa mengusut tuntas anggaran program MP3KI yang terindkasi penyelewengan tersebut,” Tandasnya.

Aksi aktivis Gempar ini, tidak berjalan mulus lantaran mereka dinilai tak mengantongi ijin dari pihak kepolisian setempat. Akibatnya, baru beberapa saat melakukan orasi, pihak kepolisian membubarkan aksi tersebut. (Riz)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait