Kecam Pertamina, Amran Minta Kenaikan Harga Elpiji Dibatalkan

Kecam Pertamina, Amran Minta Kenaikan Harga Elpiji Dibatalkan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kecam Pertamina, Amran Minta Kenaikan Harga Elpiji Dibatalkan, Berita341

Kecam Pertamina, Amran Minta Kenaikan Harga Elpiji Dibatalkan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kecam Pertamina, Amran Minta Kenaikan Harga Elpiji Dibatalkan, 341, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kecam Pertamina, Amran Minta Kenaikan Harga Elpiji Dibatalkan

Amran Arifin, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.
Amran Arifin, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Amran Arifin mengecam kenaikan harga gas elpiji 12 Kilogram yang dilakukan sepihak oleh PT Pertamina. Politisi partai Demokrat ini, mendesak  Perusahaan Milik Negara (BUMN) itu membatalkan kenaikan harga elpiji.

“Pertamina harus segera membatalkan kenaikan harga elpiji, agar tidak berdampak sosial yang lebih tinggi di masyarakat. Jangan hanya diturunkan kenaikannya tapi harusnya dibatalkan,” ujar Amran kepada trustkota.com, Kamis (09/101/2013).

Kenaikan gas oleh pihak Pertamina, kata Amran, tidak memperhatikan kondisi masyarakat. Amran mencurigai, adanya permainan antara Pertamina dan pengusaha atau keleompok-kelompok tertentu untuk memanfaatkan kenaikan harga elpiji.

“Dalam kenaikan harga elpiji ini, sepertinya ada pihak-pihak tertentu yang memetik keuntungan di atas penderitaan rakyat. Pemerintah harus bersikap tegas, normalkan kembali harga gas,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Pertamina telah menaikan harga gas  12 kg dinaikkan awal bulan ini. Sebelumnya, kenaikan mencapai  Rp 4.000 per kg dan kini direvisi naiknya hanya Rp 1.000 per kg-nya.

Turunnya harga tersebut, berdasarkan keputusan ini diumumkan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai rapat konsultasi dengan sejumlah pejabat penting termasuk Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, serta Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo. (cun)