Kebakaran Telan Tiga Nyawa dan Kerugian Materi Puluhan Miliar

Kebakaran Telan Tiga Nyawa dan Kerugian Materi Puluhan Miliar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kebakaran Telan Tiga Nyawa dan Kerugian Materi Puluhan Miliar, Berita680

Kebakaran Telan Tiga Nyawa dan Kerugian Materi Puluhan Miliar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kebakaran Telan Tiga Nyawa dan Kerugian Materi Puluhan Miliar, 680, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kebakaran Telan Tiga Nyawa dan Kerugian Materi Puluhan Miliar

Ilustrasi
Ilustrasi

TANGERANG TRUSTKOTA – Sepanjang tahun 2014, hingga bulan September ini, kasus kebakaran di Kota Tangerang telah mengakibatkan kerugian materi hingga Rp 20 Miliar lebih dan tiga orang korban meninggal dunia.

Menurut data di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang, dari  77 kasus kebakaran yang terjadi,  23 kasus kebakaran terjadi di kawasan pemukiman, 17 di kawasan industri, 14 di Pertokoan / Ruko, 6 dikawasan komersil (seperti Mall), serta 16 lain-lain lapak limbah, alang-alang, gardu dan mobil.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, Dikdik Suherdina menjelaskan, ada beragam dugaan penyebab kebakaran yang terjadi yakni akibat arus pendek listrik sebanyak 51, akibat kompor 5 serta lain-lain (insiden kecil seperti lilin) 21 kasus.

“Berdasarkan grafik perkiraan penyebab kebakaran, untuk insiden kebakaran yang terjadi di rumah tinggal kebanyakan disebabkan karena arus listrik,”  jelasnya, Senin (22/9/2014).

Ia juga mengatakan, kerugian material akibat kebakaran hingga September 2014 ini mencapai 20 Milyar lebih. Sedangkan, untuk korban meninggal dunia tercatat ada 3 jiwa.

“Kita sudah sering turun mensosialisasikan antisipasi serta penanggulangan dini insiden kebakaran hingga ke tingkat kecamatan,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Perlengkapan dan Laboratorium (Parlab) Damkar Kota Tangerang, Afdiwan menambahkan, seyogyanya setiap bangunan di kota bertajuk ‘ahkalakul kariamah’ ini sudah memiliki alat pemadam, guna penanggulangan dini saat awal terjadi kebakaran.

“Dan itu pun sudah diatur dalam Perda (Peraturan Daerah, red) nomor 4 tahun 2014, tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Dalam aturan tersebut juga disebutkan, bahwa setiap bangunan harus memiliki alat pemadam sebagai antisipasi dan penanggulangan dini, jika terjadi insiden kebakaran,” terang Afdiwan.

Teknis aturannya, lanjut Afdiwan, untuk bangunan 3 lantai keatas serta pergudangan dan industri diwajibkan menggunakan splingker (alarm air). Sedangkan, untuk rumah tinggal cukup hanya melengkapi dengan alat pemadam.

“Hal-hal tersebut sebenarnya juga menjadi salah satu persyaratan dalam kepengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Karena itu semua adalah bentuk antisipasi, karena kita juga mengimbangi di setiap kecamatan sudah ada pos pos penanggulangan kebakaran,” pungkasnya. (Fth/Dik)