Kawasan Perumahan Citra Raya Rawan Kriminalitas

Kawasan Perumahan Citra Raya Rawan Kriminalitas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kawasan Perumahan Citra Raya Rawan Kriminalitas, Berita589

Kawasan Perumahan Citra Raya Rawan Kriminalitas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kawasan Perumahan Citra Raya Rawan Kriminalitas, 589, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kawasan Perumahan Citra Raya Rawan Kriminalitas

Gerbang Perumahan Citra Raya.
Gerbang Perumahan Citra Raya.

TANGERANG TRUSTKOTA – Jika berbicara kriminalitas di Kabupaten Tangerang, benak kita langsung tertuju pada Citra Raya. Tak sedikit, korban tewas akibat aksi-aksi anarkis di Kawasan perumahan yang dibangun PT Ciputra Group ini.

Terakhir, Minggu (06/07/2014), sekitar pukul 23.00 WIB, Landar Istas Pratomo Panjaitan, yang tengah berbonceng denganĀ  anggota TNI Kodim 0506 Tangerang, bernama Sertu Agus, dikeroyok orang tak dikenal.

Keduanya yang mengendarai sepeda motor Vixion, ditabrak oleh tiga pelaku yang tidak dikenal.Pelaku menggunakan dua motor jenis matic yang salah satunya menggunakan Yamaha Mio Soul GT, warna Hitam dengan Nomor Polisi B-6017-NLW.

Korban yan terjatuh tepat di depan patung kuda gerbang Citra Raya, langsung dibacok para pelaku. Korban mengalami luka bacok serous pada bagian tangan, kaki dan punggung hingga akhrnya tewas di RS Citra Hospital.

Sebelumnya, Rabu 13 Mei 2013 lalu, tiga orang tewas dalam aksi bentrok berdarah dua kelompok di CItra Raya. Korban tewas pemuda asal Kupang, NTT dan 2 asal Palembang, Sumsel tewas.

Peristiwa menyeramkan tersebut terjadi setelah cekcok antara kelompok penjaga keamanan tempat karaoke Mr Locus di ruko Citra Raya Blok K Desa Cikupa Kecamatan Cikupa dengan kumpulan pemuda yang disebut polisi sebagai kelompok lokal.

Sepuluh pemuda anggota kelompok lokal datang ke Mr Locus untuk mencari hiburan sekitar pukul 21.00 WIB. Oleh pihak Locus, mereka diberikan free room atau ruangan karaoke besar secara cuma-cuma. Kemudian sekitar pukul 22.30 WIB, rombongan tersebut minta 10 botol bir gratis.

Tetapi permintaan tersebut ditolak pengelola dengan alasan sudah mendapatkan free room. Karena tersinggung setelah selesai karaoke, kelompok lokal datang kembali ke Mr Locus dengan membawa anggota lebih banyak yakni sekitar 20 orang. Mereka membawa parang dan bambu lalu menyerang kelompok pemuda yang menjaga keamanan Mr Locus.

Obet Misa (25), security Mr. Locus, karena gagal menyelamatkan diri dari serbuan kelompok lokal dan tewas karena luka senjata tajam.

Pasca bentrokan, polisi menemukan dua pemuda asal Palembang tewas di kawasan Citra Raya. Mereka yakni Yogi Yusandra (23), karyawan PT Torabika yang tinggal di Desa Talagasari Rt 06/03 Kecamatan Cikupa. Korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bahu, kaki dan kepala setelah dianiaya di depan KFC di kawasan Citra Raya, Kecamatan Cikupa.

Selain Yogi, korban lainnya bernama Okta (22) seorang karyawan warga Kampung Telaga Asem Kecamatan Balaraja yang juga ditemukan tewas di belakang rumah makan Bandung.

24 Mei 2014, aksi anarkis di Citra Raya kembali terjadi. Gerombolan pemuda tidak dikenal membabi buta dan mengeroyok dua pemuda di lapangan Citra Raya samping Rumah Sakit Ciputra, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Kasus Penganiayaan di Citra Raya tersebut menewaskan seorang pemuda bernama Muhamad baihaki (17), sementara satu orang temannya Endang bin Sabini (17), mengalami luka serius dan kritis, akibat tikaman senjata tajam.

Peristiwa pengeroyokan Muhamad baihaki dan Endang bin Sabini yang terjadi di Citra Raya tersebut berawal ketika kedua pemuda yang tinggal di Kampung Waru 2, RT 07/04, Desa Sukaharja, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang itu sedang nongkrong di lokasi kejadian.

Kemudian, muncul sekelompok pemuda tak dikenal berjumlah enam orang. Kepada kedua korban, mereka menanyakan terkait keberadaan orang yang membawa gitar dilokasi.

Namun, saat itu kedua korban menjawab tidak tahu. Anehnya, jawaban korban justru membuat kelompok pemuda tersebut marah. Hingga, keduanyapun langsung dikeroyok beramai-ramai.

Kebrutalan para pemuda itupun baru berakhir setelah kedua korban terkapar tidak berdaya. Sementara, usai melampiaskan amarah, kelompok pemuda itupun langsung meninggalkan lokasi. (Cun/Dik)