Arief Jadikan Pasien Multiguna Alat Politik di Pemilukada

Arief Jadikan Pasien Multiguna Alat Politik di Pemilukada, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Arief Jadikan Pasien Multiguna Alat Politik di Pemilukada, Berita357

Arief Jadikan Pasien Multiguna Alat Politik di Pemilukada, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Arief Jadikan Pasien Multiguna Alat Politik di Pemilukada, 357, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Arief Jadikan Pasien Multiguna Alat Politik di Pemilukada

Walikota Tangerang, Wahidin Halim (WH).
Walikota Tangerang, Wahidin Halim (WH).

TRUSTKOTACOM -Isu mengenai pemutusan kerjasama layanan kesehatan gratis melalui program Kartu Multi Guna (KMG), empat Rumah Sakit (RS) Sari Asih Group dan RS Hermina, bagian dari politik menjelang Pemilukada Kota Tangerang, ditanggapi Wahidin Halim (Walikota Tangerang).

WH membantah, pemutusan kerjasama itu tidak ada karena politis, menjelang Pemilukada Kota Tangerang, lantaran adiknya juga maju menjadi calon di Pemilukada Kota Tangerang, 31 Agustus 2013 nanti.

Kata WH, justru  selama ini, pihak RS Sari Asih, yang berpolitik. Pasien pengguna KMG yang berobat di RS Sari Asih Group kerap ditanya terkait pemilihan walikota. “Itu dijadikan alat politik oleh Arief. Kalau pasien kita masuk, ditanya mau milih siapa,” kata WH kepada wartawan, Senin (26/08/2013).

WH menjelaskan, pemutusan dilakukan, lantaran Pemkot Tangerang berusaha mengurangi beban hutangnya. Kita belum bayar hutang dengan RS Sari Asih Rp 20 miliar lebih. Kita juga punya hutang ke RSU Kabupaten Rp 20 miliar.

“Anggaran perubahan sampai saat ini belum diproses dewan. Jadi kita kurangi, kalau tidak akan jadi beban Rp 150 miliar sampai bulan Oktober nanti,” terang WH.

WH menambahkan,  pemutusan kerjasama memang akan dilakukan secara bertahap dengan rumah sakit lainnya, karena akan membuka pelayanan RSU Kota Tangerang. Tapi RSU yang rencananya akan dibuka Agustus, ternyata masih tahap finishing sampai September 2013.

Masih kata WH,  akan diberlakukanya program pemerintah pusat yakni Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) untuk menanggung biaya kesehatan masyarakat pada tahun 2014 itu, bisa menanggung anggaran kesehatan pemerintah Kota Tangerang agar tidak sebesar tahun ini.

“Sejauh bisa dicover BPJS kita biarkan, tapi tetap kita akan cover komponen biaya yang tidak ditanggung BPJS. Kita akan anggarkan untuk menutupi kekurangan. Seperti program Jamkesmas, untuk persalinan biasa ditanggung pusat, tapi persalinan cesar kita yang tanggung,” tambah WH. (ges)