Kasus Narkoba, JPU Tuntut Anak Wakil Walikota 10 Bulan

Kasus Narkoba, JPU Tuntut Anak Wakil Walikota 10 Bulan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kasus Narkoba, JPU Tuntut Anak Wakil Walikota 10 Bulan, Berita443

Akmal di dalam sel tahanan Kejari saat diserahkan polisi ke Kejari beberapa waktu lalu.
Akmal di dalam sel tahanan Kejari saat diserahkan polisi ke Kejari beberapa waktu lalu.

TRUST TANGERANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang menuntut anak Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, Akmal Suhairin Jamil, 10 bulan penjara dalam sidang yang beragendakan tuntutan JPU di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (7/1/2021).

Tuntutan 10 bulan penjara JPU ini jauh lebih ringan dari dakwaan JPU sebelumnya. Sidang putra kelima, Ketua DPD Golkar Kota Tangerang itu digelar secara virtual.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum), Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Dapot Dariarma, tuntutan terhadap terdakwa AKM telah dibacakan oleh JPU di depan majlis hakim.

“Akmal bin Sachrudin dijerat Pasal 127 Undang-undang nomor 35 Tahun 2009. Narkotika jenis sabu dibeli Akmal secara patungan bersama,” kata Dapot.

Kata Dapot, karena itu sesuai fakta persidangan hanya selaku pengguna. Akmal bin Sachrudin membeli patungan bersama teman-temannya dan sebelum menggunakan sabu itu, dia tertangkap tapi teman-temannya lebih dahulu menggunakan dan barang buktinya pun 0,51 gram.

“Sehingga kita mengambil kesimpulan terdakwa selaku pengguna untuk AKM dan teman-temannya dengan menuntut hukuman 10 bulan penjara,” ungkap Dapot.

Sebelumnya, JPU mendakwa Akmal dan rekan-rekanya dengan dakwaan Primair Pasal 114 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009. Seperti yang dikatakan Kejari Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana, melalui Kepala Seksi Intelijen R. Bayu Probo, dalam keterangannya, Rabu (28/10/2020).

AKM didakwa bersama tiga temannya secara terpisah, yaitu Muhammad Taufiq, Dede Setiawan, dan Syarifudin. AKM didakwa dan diancam pidana Pasal 114 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009, Pasal 112 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI No. 35/2009, Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35/2009.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa bersalah karena tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

Adapun atas perbuatan tersebut diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Dan seperti diketahui juga, Direktorat Reserse Kriminal Narkoba Polda Metro Jaya menangkap anak Wakil Wali Kota Tangerang inisial AKM terkait kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. AKM bersama tiga tersangka lainnya disebut mendapatkan sabu seberat 0,51 gram secara patungan.

“Setelah dilakukan interogasi ke empat tersangka menerangkan bahwa sabu didapatkan secara patungan,” kata Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa saat dihubungi, Kamis (9/7/2020) lalu.

Mukti mengatakan penangkapan AKM bersama tiga tersangka lainnya, DS, SY, dan MT, dilakukan pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 00.15 WIB. Mukti mengungkap saat itu didapatkan barang bukti sebesar 0,51 gram sabu dari tangan para tersangka. (red)

www.trustkota.com