Kasus Narkoba, JPU Tolak Eksepsi Anak Jeremy Thomas

Kasus Narkoba, JPU Tolak Eksepsi Anak Jeremy Thomas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kasus Narkoba, JPU Tolak Eksepsi Anak Jeremy Thomas, Berita189

Sidang dakwaan Axel di PN Tangerang (Sintia/TRUSTKOTA.com)
Sidang dakwaan Axel di PN Tangerang (Sintia/TRUSTKOTA.com)
TRUSTKOTA TANGERANG – Axel Matthew Thomas, putera sulung Jeremy Thomas kembali menjalani sidang ketiga kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Tangerang, Kota Tangerang, Senin (18/9/2017). Dalam sidang tersebut berisi agenda pembacaan hasil eksepsi oleh Jaksa Penuntut Umum.
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum Marjek Ravilo menyebutkan bahwa eksepsi dakwaan yang diajukan oleh kuasa hukum Axel, Amin Zakaria tidak jelas dan tidak sesuai dengan objek yang ada di dalam KUHAP.
“Kami menolak seluruh eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa pada 14 September 2017 dan menyatakan bahwa surat dakwaan terhadap Axel telah memenuhi syarat normal dan materiil untuk dasar pemeriksaan,” ujarnya, Senin (18/9/2017).
Tak hanya itu, JPU pun meminta kepada majelis hakim untuk melanjutkan pemeriksaan perkara atas kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat Axel.
Sementara itu, Ketua Majelis Hakim dalam persidangan, Suherny mengatakan akan melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan hakim anggota 1 dan 2 untuk memutuskan hasil eksepsi.
“Kami meminta waktu untuk musyawarah, sidang diskors dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu, 20 September 2017 dengan agenda sikap majelis terhadap eksepsi dari JPU dan kuasa hukum Axel,” tutur Suherny.
Axel tersandung kasus penyalahgunaan narkoba setelah terbukti melakukan transaksi sebesar Rp. 1,5 juta dari rekening miliknya untuk pembelian happy five. Pada Sabtu (15/7/2017), petugas Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta berhasil menangkap Axel di salah satu hotel di Jakarta Selatan.
Atas perbuatannya, Axel diherat dua pasal sekaligus, yakbi pasal 61 juncto 71 ayat 1 dan pasal 60 ayat 5 juncto 69 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara. (chy/red)