Dugaan Money Politik Sachrudin Ditangani Gakumdu

Dugaan Money Politik Sachrudin Ditangani Gakumdu, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dugaan Money Politik Sachrudin Ditangani Gakumdu, Berita746

Dugaan Money Politik Sachrudin Ditangani Gakumdu, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dugaan Money Politik Sachrudin Ditangani Gakumdu, 746, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Dugaan Money Politik Sachrudin Ditangani Gakumdu

arif-sachrudin

TRUSTKOTACOM – Laporan Dugaan Money Politik (politik uang, red) yang dilakukan Calon Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, saat ini tengah masuk dalam pembahasan di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Hal tersebut dikatakan oleh Anggota Panwaslu Kota Tangerang, Agus Muslih.

“Terkait laporan money politik, kita sudah panggil pelapor serta saksi-saksi. Dan memang hari ini kita ada rapat dengan Gakumdu, tapi karena tadi saya harus ke Serang jadi belum tau apa hasilnya. Jadi intinya, laporan itu sudah masuk kedalam rapatnya Gakumdu,” kata Agus Muslih, Selasa (27/08/2013) malam, di Kantor Sekretariat Panwaslu, Jalan Veteran, cikokol, Kota Tangerang.

Menurutnya, jika laporan tersebut memang memenuhi unsur pelanggaran dalam Pemilihan Umum Kepala daerah (Pemilukada) dan dinyatakan bersalah di pengadilan nanti, hal tersebut dapat mempengaruhi pencalonannya sebagai Calon Wakil Walikota Tangerang mendampingi Arief R Wismansyah.

“Kalau sudah masuk dalam Gakumdu akan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan tindak pidana itu ya ada aturannya, yaitu proses pengadilan. Dan bisa mempengaruhi pencalonannya, namun terkait diskualifikasi itu menjadi ranahnya KPU,” katanya.

Divisi Penanganan dan Pelanggaran Panwaslu Kota Tangerang Ahmad Zainil Miftah memnbenarkan, bahwa saat ini persoalan laporan dugaan money politik itu, tengah dalam pembahasan di Gakumdu.

“Ya, laporan tersebut tengah dalam pembahasan Gakumdu. Nantinya akan dilakukan tahapan-tahapan selanjutnya dalam menindak laporan itu, seperti pemanggilan pelapor dan terlapor juga hal-hal lain yang berkaitan dengan laporan itu,” pungkasnya.

Kasi Pidum Kejari Tangerang, Andi Dj Konggoasa saat dikonfirmasi mengatakan, dalam pembahasan persoalan itu di Gakumdu, pihaknya kami meminta pihak panwaslu, untuk melakukan klarifikasi lanjutan terhadap kondisi-kondisi faktual yang ada didalamnya.

“Karena yang melaporkan adalah orang yang tidak berada dilokasi, jadi kalau dia dianggap menjadikan saksi maka dia saksi diaudito. Dia bukan saksi yang melihat atau yang mengetahui secara langsung, oleh sebab itu kami mengharapkan,pihak panwaslu dapat melakukan klarifikasi lebih lanjut tentang adanya laporan dugaan money politik itu. Dan apapun hasil klarifikasinya nanti, apakah memenuhi unsur atau tidak, akan diputuskan nanti,” paparnya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, apabila dugaan money politik tersebut memang terbukti kebenarannya, hal itu dapat mengarah ke ranah pidana. “Ya, ketentuan undang-undang no 24 tahun 2004 tentang pemilukada, dengan ancaman pidana 2 bulan sampai 1 tahun,” pungkasnya.

Sachrudin Bantah Money Politik 

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Tangerang Sachrudin mengaku, tindakan tersebut hanyalah sebuah spontanitas dan tidak memiliki niatan sedikitpun untuk bermoney politik. “Itu hanya spontanitas dan tidak ada niatan sedikitpun untuk money politik. Dan itupun bukan dari kantong pribadi saya. Nantinya saya juga akan mengklarifikasi hal tersebut, baik secara pribadi maupun melalui kuasa hukum,” katanya, saat dihubungi trustkota.com melalui telepon selularnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya,  Irfan Rivai selaku Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Walikota / Wakil Walikota Tangerang, Syukur-Hilmi, Rabu (21/08/2013) malam, melaporkan Calon Walikota Tangerang Sachrudin ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang,  terkait dugaan money politik.

“Ya, kehadiran saya disini adalah melaporkan adanya dugaan many politik yang dilakukan calon wakil walikota Tangerang, Sachrudin pada Minggu 19 Agustus 2013 kemarin dalam kampanye terbukanya. Yang bersangkutan nampak membagi-bagikan uang pecahan 100 ribuan kepada masyarakat,” kata Irvan Rifai. (ges)