Kasus Curanmor di Wilayah Hukum Polda Banten Tinggi

Kasus Curanmor di Wilayah Hukum Polda Banten Tinggi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kasus Curanmor di Wilayah Hukum Polda Banten Tinggi, Berita448

Kasus Curanmor di Wilayah Hukum Polda Banten Tinggi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kasus Curanmor di Wilayah Hukum Polda Banten Tinggi, 448, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kasus Curanmor di Wilayah Hukum Polda Banten Tinggi

Markas Polda Banten.
Markas Polda Banten.

TRUSTKOTACOM-Tindak kriminalitas pencurian kendaraan bermorot (Curanmor) di wilayah hukum Polda Banten, sangat tinggi. Hal tersebut dikuatkan dengan data kriminalitas tersebut di Polda Banten yang mencadpai 749 kasus pada Tahun 2013.

Dari data Polda Banten, kasus pencurian sepeda motor atau roda dua di wilayah hukum Polda Banten (Serang, Cilegon, Pandeglang, Lebak) pada 2013 sebanyak 749 kasus. Kendati tinggi, jika dibandingkan dengan tahun 2012, kasus curanmor roda dua yang terjadi di Banten lebih tinggi yaitu 806 kasus.

Selain roda dua, kasus pencurian roda empat juga banyak terjadi. Pada tahun 2013 sebanyak 62 kasus dan pada 2012 sebanyak 41 kasus.

Pada Senin (06/01/2013), Polres Serang kembali meringkus pelaku curanmor. Pelaku yang berhasil diringkus  Tahyudin alias Yudin, 19, satu dari tiga pelaku pencurian motor.

Warga Kampung/Desa Sukawaris, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang berhasil diringkus tim gabungan Satuan Reskrim dan Sabhara Polres Serang. Dari tangan tersangka Tahyudin, polisi berhasil mengamankan kunci T sebagai barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Rensa Aktadivia mengatakan, tersangka ditangkap sekitar pukul 03.00 WIB, saat melakukan perencanaan motor di Jalan Ki Ajurum, Kampung Sempu, Kelurahan Cipare, Kota Serang, saat petugas tengah melakukan patroli. Saat patroli itu, polisi mencurigai ada tiga pria yang sedang nongkrong.

Polisi yang akan mendekati tiga orang itu, malah kabur. Polisi semakin curiga, tiga orang pemuda itu sebagai pelaku kejahatan dan langsung mengejarnya. “Satu pelaku berhasil ditangkap dan dua lainnya kabur menggunakan sepeda motor,” tutur Kasat Reskrim.

Menurut Kasat, saat polisi menggeledah Tahyudin, dari saku celana ditemukan kunci T yang biasa digunakannya untuk mencuri motor. “Bersama barang buktinya tersangka langsung digelandang ke mapolres untuk dilakukan pemeriksaan,” terang AKP Rensa.

Dalam pemeriksaan, tersangka Yudin akhirnya mengakui bersama dua rekannya memang akan melakukan pencurian motor. Tersangka juga mengakui pernah melakukan pencurian motor Honda Revo A 4229 WB milik Samsuri, 64, warga Komplek Pasir Indah, Kota Serang pada Jum’at (20/12) lalu sekitar pukul 04.00 WIB, saat korban sedang tidur.

“Motor sudah dijual kepada penadah di daerah Cikeusik seharga Rp2 juta. Tersangka sendiri mengaku baru sekali melakukan pencurian,” jelasnya.

Sementara itu, Kaurbinops Polres Serang, Iptu Bala Putra Dewa mengakui telah mengantongi dua rekan Yudin yang melarikan diri. “Dua pelaku masih terus dilakukan pencarian,” ujarnya.(teg)