Kasi Pidum Kejari Tangerang Dilaporkan ke Jamwas Kejagung

Kasi Pidum Kejari Tangerang Dilaporkan ke Jamwas Kejagung, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kasi Pidum Kejari Tangerang Dilaporkan ke Jamwas Kejagung, Berita298

Kasi Pidum Kejari Tangerang Dilaporkan ke Jamwas Kejagung, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kasi Pidum Kejari Tangerang Dilaporkan ke Jamwas Kejagung, 298, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kasi Pidum Kejari Tangerang Dilaporkan ke Jamwas Kejagung

Kantor Kejari Tangerang.
Kantor Kejari Tangerang.

TANGERANG TRUSTKOTA – Korps Kejaksaan kembali ternoda. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) diduga telah menggunakan barang bukti sitaan kasus penyelundupan, berupa sebuah handphone BlackBerry (BB) tipe Porche Gold senilai Rp 50 juta, untuk kepentingan pribadinya.

Ya, seperti yang dilansir www.okezone.com, bahwa keberadaan barang tersebut berhasil diketahui melalui sistem pelacakan ponsel canggih buatan eropa itu, oleh Hj. Lily, salah seorang kerabat Indra, pelaku dugaan penyelundupan handphone (telepon genggam) berbagai macam merek dan tipe, yang diamankan pihak Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Tangerang beberapa waktu lalu.

Berkas penangkapan pun sedianya telah diserahkan ke pihak Kejari Tangerang untuk ditindaklanjuti berikut barang buktinya. Namun, barang bukti yang seharusnya dimusnahkan setelah mendapat putusan tetap dari pengadilan, ternyata, diketahui masih berstatus aktif dan diduga belum dimusnahkan.

“Padahal, barang bukti yang sudah mendapat keputusan tetap dari pengadilan untuk dimusnahkan tidak bisa dan tidak diperbolehkan untuk dimanfaatkan oleh pihak manapun, termasuk pihak kejaksaan,” ujar Lily.

Tidak hanya itu, Lily pun sudah berupaya menemui pihak Kejari Tangerang, dalam hal ini Kasi Pidum, untuk meminta kejelasan dan penjelasan yang bersangkutan.

Alih-alih memberi penjelasan, Kasi Pidum Kejari Tangerang justru menawarkan pengembalian barang bukti berupa ponsel BlackBerry Porche Gold itu, dengan syarat penggantian barang sejenis.

Atas temuan tersebut, Lily mengaku telah membuat laporan ke pengawas pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung), dan sudah dipanggil untuk dimintai keterangannya. Lily pun bertemu dengan Inspektur Muda (Inspektur V) Sugiarto, SH, MH.

“Ini baru handphone yang bisa dilacak. Bagaimana dengan narkoba yang seharusnya dimusnahkan tetapi justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang seharusnya menegakan hukum di Indonesia,” sesalnya.

Sayangnya, Kasi Pidum Kejari Tangerang Andi Dj Konggoasa, saat ditemui diruang kerjanya menolak mengomentari permasalahan tersebut. “Saya tidak mau komentar masalah itu. Biarkan saja prosesnya berjalan di pengawasan (Jamwas),” pungkasnya. (age)