Kapolres Sumringah Pembunuh Sopir Terungkap

Kapolres Sumringah Pembunuh Sopir Terungkap, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kapolres Sumringah Pembunuh Sopir Terungkap, Berita199

Kapolres Sumringah Pembunuh Sopir Terungkap, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kapolres Sumringah Pembunuh Sopir Terungkap, 199, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kapolres Sumringah Pembunuh Sopir Terungkap

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irman Sugema didampingi Kasat Reskrim Kompol Arman saat pengungkapan kasus pembunuhan, Senin 10 Agustus 2015 (Foto: Cuni HR/TrustKota.Com)
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irman Sugema didampingi Kasat Reskrim Kompol Arman saat pengungkapan kasus pembunuhan, Senin 10 Agustus 2015 (Foto: Cuni HR/TrustKota.Com)

TRUSTKOTA TANGERANG-Tiga tersangka pembunuhan berinisial SB (37) warga Cihuni Pegedangan, IN (23) warga Rajabasa, Lampung Selatan, dan MH (46) warga Pagedangan ini diringkus polisi.

Tersangka ditangkap anggota Polres Kota Tangerang karena diduga membunuh sopir dan kenek pengangkut biji plastik, Kasmadi dan Muhammad Ade Hendrawan, pada 31 Juli 2015 sekitar pukul 22.00 WIB yang lalu.

“Bukan satu tahun lho, enam hari setelah kejadian sudah terungkap,” ujar Kombes Pol Irman Sugema, Senin (10/8/2015).

Menurut Irman Sugema, modus operandi tersangka yakni pelaku melakukan pembunuhan terhadap sopir dan kenek di Transporter PT. Subur Expres untuk mengusai satu truk ganteng. Di dalam truk bernopol L 9287 UE tersebut berisi biji plastik (Pet Resin) dengan berat 32,2 ton atau 28 bak dari PT. Indorama Ventures Indonesia.

“Kalau dirupiahkan sebesar Rp1 miliar dan rencananya mau dijual tersangka ke Jawa,” ungkap Irman.

Papar Kapolres, dalam melancarkan aksinya para tersangka memiliki peran masing-masing. Tersangka SB berperan menghantam leher belakang kenek dengan mengunakan batang besi hingga terjatuh. IN memukul dada dan perut kernek. Tersangka berinisial MA yang kini DPO mengunakan kayu balok menghantam kepala dan muka kernek.

“Setelah kernek tak berdaya, lalu mulut, hidung, tangan dan kaki korban dilakban oleh MA,” papar Kapolres.

Setelah itu, lanjut Kapolres, para tersangka melakukan eksekusi terhadap sopir yang pada saat itu hendak beristirahat. SB kemudian menghajar leher korban dengan besi sampai terjatuh. “Sedangkan peran MH yang merupakan Satpam di lokasi ikut pada pertemuan dalam merencanakan aksi perampasan tersebut,” terangnya.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Arman menambahkan, setelah kedua korban meninggal, tersangka SB kemudian mengambil alih satu nit mobil truk gandeng berisi biji plastik. “Dibawa ke Cipupa Mas, sebelum dijual ke Jawa,” kata Arman.

Lanjut Arman, ketiga tersangka dijerat Pasal 338 KUHP Subs Pasal 365 Subs Pasal 351 KUHP ayat 3 jo Pasal 55 KUHP jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman sembilan sampi dengan 15 tahun penjara. (joe)