Kabupaten Tangerang Butuh Investor Wujudkan RPJMD, Terutama Pantura

Kabupaten Tangerang Butuh Investor Wujudkan RPJMD, Terutama Pantura, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Kabupaten Tangerang Butuh Investor Wujudkan RPJMD, Terutama Pantura, Berita669

Kholid Ismail, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang
Kholid Ismail, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang

TRUST TANGERANG – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail (KIS), berpendapat sama dengan pernyataan Prof. Dr. Agus Surono, SH., MH  Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Al Azhar Indonesia, bahwa sengketa tanah dan mafia tanah harus dibedakan. Pernyataan guru besar ini menanggapi adanya opini mafia tanah di Kabupaten Tangerang.

“Ya, sengketa tanah haruslah dibedakan dengan masalah mafia tanah,” kata Kis, panggilan akrab politisi PDIP ini.

Menurutnya, adanya investor besar masuk ke wilayah Pantura merupakan
percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang, wilayah Pantura Tangerang khususnya.

“Pembangunan yang dilakukan investor ini nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat da Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkap Kis.

Lanjut kholid, anggaran yang dikucurkan pemerintah daerah tak akan sanggup membiayai pembangunan mega proyek.
Dibutuhkan pihak pengembang atau investor untuk membantu mewujudkan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Pemkab anggaran terbatas, tidak akan cukup buat mewujudkan RPJMD. Maka peran pihak dibutuhkan, sudah banyak contoh konkrit seperti Smart City BSD, Citra, Summarecon dan lain-lain,” papar Kholid.
Legislator Dapil Pantura Kabupaten Tangerang ini pun mengungkapkan berbagai macam pengembang di wilayahnya tersedia. Baik yang sudah rampung maupun yang tengah dalam pembangunan.

“Misal di kosambi, banyak pengembang seperti kawasan pergudangan dan Bandara Soekarno-Hatta yang sudah berjalan dan dirasakan manfaatnya sektor lapangan pekerjaan.

Ada juga di Pakuhaji pengembang pergudangan, Sepatan properti dan Teluknaga properti yang sudah dan akan dirasakan manfaatnya untuk masyarakat juga,” ujarnya.

Kholid menuturkan bahwa pihaknya tengah menjalankan intruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga iklim usaha dan investasi demi menopang pertumbuhan ekonomi, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kami legislator di Kabupaten Tangerang membantu pemerintah daerah untuk sama-sama menjaga iklim usaha dan investasi sesuai intruksi Bapak Presiden Jokowi. Karena intruksi itu sangat penting yaitu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke arah positif pasca situasi pandemi,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Tangerang Utara Community Centre Ahmad Baihaqi menambahkan masyarakat pantura memiliki harapan tinggi dengan kehadiran para pengembang.
“Masyarakat pantura sangat menantikan kehadiran pengembang untuk membuka lapangan pekerjaan dan gaji yang layak buat mereka,” ujar Baihaqi

Dirinya menilai hiruk pikuk narasi mafia tanah menjadi hantu di pantura Kabupaten Tangerang, jangan sampai membuat tersendat investor yang sudah berinvestasi dimana telah membantu pemerintah daerah meningkatkan
pertumbuhan ekonomi.

“Dengan kultur budaya disini, dibutuhkan kehadiran pengembang yang berani menjawab tantangan bahwa kehadirannya berdampak positif buat masyarakat dan pemerintah daerah, baik pengembang yang sudah berdiri dan masih berproses,” tandasnya. (red)