Jembatan Putus, Puluhan Siswa SD di Kabupaten Lebak Jadi Korban

Jembatan Putus, Puluhan Siswa SD di Kabupaten Lebak Jadi Korban, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jembatan Putus, Puluhan Siswa SD di Kabupaten Lebak Jadi Korban, Berita761

Jembatan Putus, Puluhan Siswa SD di Kabupaten Lebak Jadi Korban, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jembatan Putus, Puluhan Siswa SD di Kabupaten Lebak Jadi Korban, 761, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jembatan Putus, Puluhan Siswa SD di Kabupaten Lebak Jadi Korban

Warga melintas jembatan yang putus
Warga melintas jembatan yang putus

LEBAK,TRUSTKOTA-  Jembataan gantung Sindai,  Desa Pajagaan, Sajira, Lebak, Selasa (10/3) sekitar pukul 07.00 Wib putus, itu diakibatkan lamanya usia jembatan dan tidak adanya perbaikan ataupun bantuan dana dari pemerintah setempat.

Dikatakan mantan Kepala Desa Tambak, Suherman, Jembatan ini sudah dibangun sejak 25 tahun yang lalu, dan hingga jembatan ini putus belum pernah ada bantuan perbaikan dari Pemkab Lebak.

“Jembatan ini dibangun 25 tahun yang lalu dan ini hasil swadaya masyarakat, dan sudah beberapa kali kami telah mengajukan proposal untuk perbaikan namun tidak pernah ada respon dari Pemkab dengan alasan jembatan ini masuk dalam wilayah mega proyek bendungan karian, sehingga jembatan inipun kami pelihara dengan swadaya masyarakat,’’ Ujarnya.

Lanjut Herman, pihaknya berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan atau pembangunan kembali jembatan tersebut. Sebab, kata Herman jembatan ini, merupakan satu-satunya akses jembatan atau jalan yang menghubungkan kedeua kampung di dua desa dari dua Kecamatan tersebut.

” Ya, kami berharap pemda segera memperbaiki jembatan yang putus ini, ” katanya.

Akibat putusnya jembatan yang menghubungkan dua Desa di dua Kecamatan ,yakni Kampung Sindai, Desa Pajagan Kecamatan Sajira, dengan kampung Kadu Luhur, Desa Tambak, Kecamatan Cimarga ini , sedikitnya 46 siswa SD menjadi korban. Karena ketika itu puluhan sisswa SD tersebut tengah melintas dijembatan gantung, namun tak disangkaa-sangka ketika mereka sedang melintas  dijembatan tersebut, jembatan yang menghubungkan kampung didua desa tersebut mengalami putus.

Bahkan salah seoran siswa SDN 1 Pajagan  bernama Umi (12) terpaksai dilarikan ke RSUD Adji Darmo karena mengalami luka cukup parah pada bagian kepala, dada serta kaki. Sementara korban yang lainnya.hanya dirawat di Puskesmas serta UKS Setempat.

Selain Ke-46 siswa SDN 1 Pajagan, juga 1 Unit kendaraan bermotor yang di kemudikan Udin (45 Tahun) Warga Kampung Pasiar Eurih bersama istrinya ikut terjun bebas dari ketinggian sekitar 30 meter kedalam sungai deras yang mengalir dibawah jembatan tersebut. (Riz)