Jelang Ramadhan, Pokja WHTR Santuni Anak Yatim-piatu

Jelang Ramadhan, Pokja WHTR Santuni Anak Yatim-piatu, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jelang Ramadhan, Pokja WHTR Santuni Anak Yatim-piatu, Berita889

Ketua Pokja WHTR Imam Fauzi menyantuni anak yatim
Ketua Pokja WHTR Imam Fauzi menyantuni anak yatim

TRUSTKOTA TANGERANG  РJelang bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) kembali berbagi dengan anak yatim-piatu, Jumat (2/4/2021) sore.

Sedikitnya 20 anak yatim-piatu di lingkungan Seketariat Pokja WHTR di Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang nampak sumringah menerima santunan tersebut.

Kepedulian komunitas wartawan pertama di Tangerang ini merupakan yang kesekian kalinya. Tak hanya itu, para jurnalis dari media cetak, online dan TV ini juga rutin membagikan daging kurban ke warga sekitar setiap tahunnya.

“Belum lama ini kami juga membagikan masker ke masyarakat dalam membantu pemerintah setempat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang,” kata Ketua Pokja WHTR Imam Fauzi, Jumat (2/4/2021).

Imam menjelaskan, kegiatan berbagi dengan anak yatim-piatu bertepatan dengan penutupan pengajian rutin digelar bersama anggotanya setiap pekan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi yang telah mensukseskan kegiatan ini, di antaranya Pemkot Tangerang, Kejari Kota Tangerang, Samsat Cikokol, TNG, Polrestro Tangerang, Polres Bandara Soetta dan Polres Jakbar,” ujarnya.

Selanjutnya, dia juga menyampaikan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh anggota Pokja WHTR dan pihak-pihak terkait, sebelum memasuki bulan puasa.

“Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita pada Ramadhan nanti dapat diterima Allah SWT. Aamiin,” tambah Imam.

Sementara itu, KH Chaeruddin, Pembina Pengajian Pokja WHTR, pada kesempatan ini mengajak seluruh pihak untuk menyambut Ramadhan dengan meningkatkan ketakwaan.

“Sesuai hadits Nabi Muhammad SAW, Ramadhan tidak hanya puasa saja, namun shalat tarawih sebaiknya jangan ditinggalkan. Supaya menebus dosa-dosa kita yang telah lalu sehingga menjadi seperti bayi baru lahir,” pesan¬†Chaeruddin yang juga Ketua DKM Al-adzom. (red)