JB Diperiksa Kejati Banten Terkait Dugaan Korupsi Jamkesmas Senilai Rp 25 M

JB Diperiksa Kejati Banten Terkait Dugaan Korupsi Jamkesmas Senilai Rp 25 M, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, JB Diperiksa Kejati Banten Terkait Dugaan Korupsi Jamkesmas Senilai Rp 25 M, Berita909

JB Diperiksa Kejati Banten Terkait Dugaan Korupsi Jamkesmas Senilai Rp 25 M, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, JB Diperiksa Kejati Banten Terkait Dugaan Korupsi Jamkesmas Senilai Rp 25 M, 909, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, JB Diperiksa Kejati Banten Terkait Dugaan Korupsi Jamkesmas Senilai Rp 25 M

ilustrasi
ilustrasi

BANTEN TRUSTKOTA-Selasa (16/06/2015) Kejaksan Tinggi (Kejati) Banten memeriksa Mulyadi Jayabaya (JB), Ketua Kamar Dagang dan Industri Propinsi Banten yang juga mantan Bupati Lebak, dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) Rumah Sakit Adjidarmo tahun Anggaran 2008-2011 senilai Rp 25 miliar.

Selain memeriksa JB, Kejati juga memeriksa Direktur RSUD dr Adjidarmo Indra Lukmana yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang sama.

Seusai diperiksa, Mantan Bupati Lebak itu tergesa-gesa keluar dari ruang penyidik Kejati Banten. Namun ia sempat bersalaman dengan awak media yang menunggu untuk meminta keterangan darinya.

“Iyeu nganteur si Lukman ,” ucapnya sambil menunjuk ke Indra Lukmana.

Saat dicecar pertanyaan oleh awak media, JB malah terkesan tak menghiraukan. Ia justeru bergegas nyelonong ke Marcedez Benz A 1745.

Bahkan sebelum kendaraannya melaju meninggalkan kejati, JB sempat berkata kepada Indra Lukmana.

“Man, urus tah barudak karunya,” entah apa yang dimaksudnya sambil menutup kaca jendela.

Namun Indra Lukmana sendiri kemudian bergegas meninggalkan awak media.

KEMUNGKINAN DIPERIKSA LAGI

Kasi Penyidikan Khusus (Pidsus) Kejati Banten Eben Neser Silalahi kepada wartawan membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa JB. Menurutnya, ada sekira 17 pertanyaan yang ditanyakan kepada JB. Namun meski demikian, Eben menolak mengungkapkan pertanyaan apa saja yang diajukan.

Eben menjelaskan bahwa jawaban-jawaban JB akan dicocokan dengan keterangan saksi-saksi lain.

“Jika cocok, kita anggap keterangannya (JB) cukup, jika tidak cocok kemungkinan akan kita panggil kembali,” terangnya.

Sebelumnya penyidik Kejati telah menyita harta kekayaan Indra Lukmana sebesar Rp 2,5 miliar karena diduga merupakan hasil korupsi. “Bentuknya bukan aset, tetapi uang,” tegasnya. (Tmn/Dik)