Jayeng Resmi Di Pecat PDI-Perjuangan

Jayeng Resmi Di Pecat PDI-Perjuangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jayeng Resmi Di Pecat PDI-Perjuangan, Berita425

Jayeng Resmi Di Pecat PDI-Perjuangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jayeng Resmi Di Pecat PDI-Perjuangan, 425, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jayeng Resmi Di Pecat PDI-Perjuangan

Logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

TRUSTKOTACOM – DPD PDI-Perjuangan Banten mencopot Jayeng Rana dari keanggotaan di partai berlambang moncong putih tersebut. Pencopotan ini karena Jayeng Rana diketahui telah pindah ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Plh. Ketua DPD PDI-Perjuangan Banten, Ribka Tjiptaning saat dikonfirmasi membenarkan pencopotan Jayeng sebagai anggota PDI-Perjuangan. “Memang betul. Surat pencopotannya sudah ada kok. Kalau nggak salah dibuat Kamis (31/01/2013),” kata Ribka kepada Trustkota, Rabu (06/02/2013).

Ia menjelaskan, pencopotan Jayeng dari anggota PDI-Perjuangan didasarkan karena yang bersangkutan sudah pindah yakni ke Nasdem. “Saya sudah dapat (pegang-red) kok fotokopi KTA Nasdem-nya,” kata Ribka.

Ia mengungkapkan, sesuai AD/ART PDI-Perjuangan, anggota PDI-Perjuangan yang pindah ke partai lain harus dicopot atau ditarik dari keanggotaan partai. “Kalau ditarik dari partai, otomatis keanggotaan di Fraksi PDI-Perjuangan juga ditarik. Termasuk jabatannya sekarang sebagai Wakil Ketua DPRD juga dicopot. Itu konsekuensi kader yang pindah ke partai lain,” ujarnya.

Ia menyatakan, seharusnya Jayeng malu karena sudah pindah ke partai lain, tapi masih menikmati fasilitas pimpinan DPRD dari PDI-Perjuangan. Menurutnya, setelah proses di internal partai selesai, DPD PDI-Perjuangan Banten segera mengajukan pergantian antarwaktu (PAW) ke pihak terkait, yakni DPRD dan KPU Banten.

Diganti Djahidi
Selain itu, ungkap Ribka, akibat dari pencopotan Jayeng dari keanggotaan PDI-Perjuangan, status anggota DPRD Banten akan digantikan kader PDI-Perjuangan yang lain. Menurut dia, karena Jayeng berasal dari dapil Kabupaten/Kota Serang, PDI-Perjuangan mengusulkan posisi anggota DPRD yang ditinggalkan Jayeng akan diganti Djahidi Sadiran, caleg nomor urut 4 di dapil yang sama.

“Begini ya, ada dua tahap penetapan penggantinya. Seharusnya, memang Ratu Ela, caleg nomor tiga. Akan tetapi, berdasarkan evaluasi, Ela tidak aktif di partai. Ela sering tidak hadir dalam rapat internal partai, sehingga diisi caleg nomor urut di bawahnya, yakni Pak Djahidi,” katanya.

Untuk posisi Wakil Ketua DPRD yang ditinggalkan Jayeng, Ribka mengatakan, partai sudah memutuskan untuk menempatkan Asep Rahmatullah sebagai penggantinya. “Untuk posisi pimpinan DPRD akan digantikan Pak Asep. Itu sudah sesuai proses pleno,” kata Ribka.

Belum terima
Secara terpisah, Jayeng Rana saat dikonfirmasi belum menerima surat dari DPD PDI-Perjuangan Banten terkait pencopotan dirinya dari anggota PDI-Perjuangan. Namun, dia menegaskan, DPD PDI-Perjuangan Banten untuk tidak perlu repot-repot mencopotnya, sebab dirinya akan segera mengundurkan diri dari keanggotan PDI-Perjuangan.

“Sebaiknya nggak perlu repot-repot mencopot saya. Sebab, saya memang akan mengundurkan diri dan pindah ke Nasdem.Tinggal menunggu saat yang tepat saja,” kata Jayeng.

Ia mengatakan, saat tepat yang dimaksud yakni menunggu DPD PDI-Perjuangan Banten melaksanakan amanat rakernas PDI-Perjuangan pada November 2012 yang mengharuskan Plh. DPD dan DPC sudah tidak boleh lagi menjabat paling lambat akhir Februari dan sudah diganti dengan ketua definitif.

”Jika DPD PDIP Banten tidak menjalankan amanat rakernas untuk menggelar konferdalub, berarti sudah tidak lagi menjalankan mekanisme organisasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, dirinya sudah bulat untuk keluar dari PDI-Perjuangan. ”Surat pengunduran diri akan saya buat paling lambat awal Maret,” tuturnya.

Jayeng mengaku, keluar dari PDI-Perjuangan karena sudah tidak sepaham dan tidak seideologi lagi dengan pengurus DPD dan DPP PDI-Perjuangan. “Banyak alasan mengapa saya pindah. Salah satunya karena PDI-Perjuangan sudah tidak lagi menjalankan mekanisme organisasi,” katanya.

Ia mengungkapkan, salah satunya DPP PDI-Perjuangan melakukan pembiaran terkait Plh. Ketua DPD PDI-Perjuangan Banten yang dijabat Ribka Tjibtaning. Seharusnya, kata Jayeng, jabatan plh itu paling lambat tiga bulan. Jika tidak sempat dilakukan pemilihan ketua definitif, waktu lagi tiga bulan.

“Yang terjadi di Banten, sudah lebih dari 1 tahun Ribka tetap saja plh. Tidak dilakukan pemilihan ketua definitif. Berarti DPP melakukan pembiaran terhadap jabatan Plh. Ribka. Oleh karena itu, saya merasa sudah tidak lagi seideologi. Saya sudah tidak nyaman, sehingga memilih mundur. Meskipun ini keputusan terberat sepanjang hidup saya karena menjadi kader PDI-Perjuangan sejak lama,” kata Jayeng.

Miliki KTA Nasdem
Terkait informasi dirinya sudah pindah ke Nasdem, Jayeng membenarkannya. Ia memperlihatkan kepada wartawan KTA Nasdem miliknya dengan nomor anggota: 36360400064997. KTA itu ditandatangani Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella dan Sekjen Partai Nasdem, Ahmad Rofiq.

“Ini KTA yang merupakan kader inti. Syarat yang harus ditempuh juga berat karena minimal harus membawa 5.000 pendukung. Saya sudah memenuhinya bahkan mencapai 55.000 orang,” katanya.

Sementara Ketua DPW Partai Nasdem Banten, Wawan Iriawan mengaku, belum ada surat resmi dari Jayeng Rana ke Nasdem. Menurut Wawan, ada etika politik menerima anggota partai, utamanya adalah harus mundur dari keanggotaan partai sebelumnya.

“Ada tahapan dan prosesnya kan. Kalaupun mau masuk, harus melewati tiga tahapan di Nasdem, yakni tidak boleh ada cacat moral, cacat hukum, dan cacat politik,” ujar Wawan.

Sementara anggota Fraksi PDIP DPRD Banten, Asep Rahmatullah, menyatakan kesiapannya menjalankan perintah partai.
“Itu kan sudah merupakan keputusan dari pleno DPP dan DPD. Sebagai kader tentu saya harus siap menjalankannya,” kata Asep yang juga Wakil Ketua PDIP Banten Bidang Organisasi dan Hubungan Antarlembaga ini. (tmn)