Jawara Meyakini Penangkapan TCW Pintu Korupsi di Banten

Jawara Meyakini Penangkapan TCW Pintu Korupsi di Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jawara Meyakini Penangkapan TCW Pintu Korupsi di Banten, Berita272

Jawara Meyakini Penangkapan TCW Pintu Korupsi di Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jawara Meyakini Penangkapan TCW Pintu Korupsi di Banten, 272, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jawara Meyakini Penangkapan TCW Pintu Korupsi di Banten

Konpres Jaringan Warga Untuk Reformasi (Jawara) Banten, di Restoran Sae Pisan, Jalan Pahlawan Seribu Kav 5, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Konpres Jaringan Warga Untuk Reformasi (Jawara) Banten, di Restoran Sae Pisan, Jalan Pahlawan Seribu Kav 5, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

TRUSTKOTACOM – Penangkapan Tubagus Chery Wardana (TCW), adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang juga merupakan suami Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani, oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), terkait kasus dugaan suap Pemilukada Lebak dinilai sebagai pintu terbuka untuk menguak dugaan kasus korupsi yang ada di Provinsi Banten.

Demikian hal tersebut diutarakan Jaringan Warga Untuk Reformasi (Jawara) Banten, yang terdiri dari Masyarakat Transparansi (Mata) Banten, Sekolah Demokrasi, Koalisi Guru Banten, Lingkar Madani, Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (Alipp) serta Indonesia Corruption Wath (ICW), saat menggelar Konfrensi Pers (Konpres) di Restoran Sae Pisan, Jalan Pahlawan Seribu Kav 5, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (06/10/2013).

“Tentu saja bagi kami, tertangkapnya TCW merupakan pintu terbuka untuk membongkar tindak korupsi di Banten. kami juga berharap kasus ini jangan sampai terputus pada persoalan, sengketa pemilukada saja, tetapi KPK dapat juga menindak persoalan-persoalam dugaan korupsi di Provinsi Banten,” kata Udai Suhada, Koordinator Alipp.

Hal sama dikatakan, Oman Abdurahman, Koordinator Matta Banten, yang mengaku siap mendukung KPK dalam mengusut tindak korupsi diwilayah Provinsi Banten.

“Tertangkapnya TCW serta pencekalan Gubernur Banten, adalah momentum Provinsi Banten untuk bersih-bersih. Tidak hanya perkara sengketa pilkada saja, namun hal-hal lain yang berkaitan dengan korupsi diwilayah banten ini harus juga dibersihkan. Secara tidak langsung momentum ini adalah pintu dalam pelaksanaanya,” tukasnya.

Sementara, Koordinator ICW, Danang mengaku akan membantu KPK, dalam mengumpulkan data-data dugaan kasus korupsi.

“yang bisa kita lakukan saat ini dalam membantu KPK adalah memberikan data-data lama kasus dugaan korupsi di Banten,” ujarnya.

Pengamat Politik Ray Rangkuti yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, seluruh elemen masyarakat yang memang peduli dengan pemerintahan yang bersih diharapkan, segera melakukan koordinasi untuk membahas persoalan ini.

“Saat ini adalah bagaimana seluruh element masyarakat yang anti korupsi, untuk segera melakukan koordinasi membahas masalah ini. Karena di kubu yang korupsi juga saat ini pasti sedang berkoordinasi mencari strategi untuk masalah ini. Jadi Bagaimana kita dapat memanfaatkan moment ini saja,” pungkasnya. (ges)