Jadi Bandar Sabu di Sepatan, Warga Neglasari Ditangkap Polisi

Jadi Bandar Sabu di Sepatan, Warga Neglasari Ditangkap Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jadi Bandar Sabu di Sepatan, Warga Neglasari Ditangkap Polisi, Berita366

Jadi Bandar Sabu di Sepatan, Warga Neglasari Ditangkap Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jadi Bandar Sabu di Sepatan, Warga Neglasari Ditangkap Polisi, 366, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Jadi Bandar Sabu di Sepatan, Warga Neglasari Ditangkap Polisi

Kedua tersangka saat di Mapolsek Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Kedua tersangka saat di Mapolsek Sepatan, Kabupaten Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Jajaran Reserse Kriminal Polsek Sepatan, Kabupaten Tangerang, berhasil meringkus Usuf alias Baron (29), warga Neglasari, Kota Tangerang, seorang pengedar sabu yang biasa beroperasi diwilayah hukumnya.

Kapolsek Sepatan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hidayat Iwan mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat yang mengaku resah dengan peredaran narkotika diwilayah hukumnya.

“Akhirnya kami berhasil menangkap seorang kurir sabu, bernama Endi alias Gino (31) warga Kecamatan Teluk Naga, saat tertangkap tangan tengah bertransaksi diwilayah hukumnya. Setelah kami lakukan pengembangan, akhirnya kami berhasil meringkus tersangka Usuf alias Baron, yang merupakan bandar sabu,” kata Kapolsek kepada www.trustkota.com, Sabtu (28/09/2013).

Menurutnya, tersangka Usuf alias Baron memiliki banyak jaringan diwilayah Tangerang, dan salah satunya adalah tersangka Endi alias Gino yang bertugas mengendalikan diwilayah Kecamatan Sepatan.

“Tersangka mengaku baru tujuh bulan beroperasi, namun bandar ini memiliki jaringan diwilayah Tangerang. Kurir yang kita tangkap ini slah satunya, yang mengendalikan peredaran diwilayah sini,” paparnya.

Dari penangkapan kedua tersangka itu, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 12 gram siap edar beserta alat hisapnya, uang tunai sebesar Rp 5,4 juta, dan beberapa telepon genggam yang biasa dipakai untuk berkomunikasi dalam melakukan setiap transaksi.

“Tersangka dapat dijerat pasal 114 sub 112 Undang-undang (UU) RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun,” tukasnya. (ges)