Inilah Alasan Mengapa Pasar Leuwidamar Mati Suri

Inilah Alasan Mengapa Pasar Leuwidamar Mati Suri, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Inilah Alasan Mengapa Pasar Leuwidamar Mati Suri, Berita966

Inilah Alasan Mengapa Pasar Leuwidamar Mati Suri, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Inilah Alasan Mengapa Pasar Leuwidamar Mati Suri, 966, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Inilah Alasan Mengapa Pasar Leuwidamar Mati Suri

Pasar Leuwidamar yang terkesan mati suri
Pasar Leuwidamar yang terkesan mati suri

LEBAK,TRUSTKOTA- Pasar Leuwidamar seakan mati suri pasalnya, pasar tersebut sudah 10 tahun tidak tersentuh pemerintah kabupaten Lebak.

Berdasarkan pantauan TrustKota.com ‎selain tidak tersentuh pemerintah Kabupaten Lebak, hal lain yang menyebabkan pasar tersebut terkesan mati suri yakni disinyalir adanya kepentingan pribadi dari salah satu warga di daerah tersebut.

Hal itu dikatakan Gunawan (40) salah satu pemilik toko di Pasar Leuwidamar, pihaknya menerangkan diluas tanah sebesar 3000 m2 hanya ada 3-4 toko yang buka, Sebab, Kata Gunawan, mayoritas ruko yang ada dipasar ini seluruhnya dikontrak oleh Mpah (50) yang di duga memiliki kepentingan pribadi.

“Sekitar 6 ruko/kios di pasar ini hampir seluruhnya dikontrak oleh sodara Mpah tersebut, yang selanjutnya oleh sodara mpah dibiarkan begitu saja,”jelas Gunawan , Senin (27/07/2015).

Menurut Gunawan, siapapun yang mau menggunakan ruko tersebut itu dilarang oleh Mpah, sebab jika ruko di pasar tersebut di isi oleh penjual lainnya, Mpah merasa ketakutan toko miliknya sepi pengunjung.

“Mpah itu memiliki toko di sekitar pasar Leuwidamar , alasan kenapa semua ruko di pasar ini dikontrak olehnya, karena mpah merasa ketakutan jika dipasar ini ramai oleh penjual , toko miliknya sepi pengunjung,”paparnya.

Sementara Dedi Rahmat Kepala Bidang Pasar Disperindag Kabupaten Lebak mengatakan, pihaknya akan meninjau ulang terkait keadaan pasar yang terkesan mati suri.

“Masyarakat diberikan kebijakan untuk menyewa ruko atau kios yang ada di pasar tersebut, tidak ada itu kontrak melalui perorangan, semuanya diatur oleh pemerintah dalam hal ini bagian pasar, bagi masyarakat atau warga yang ingin menyewa ruko di pasar tersebut untuk berjualan itu laporannya ke pemerintah dalam hal ini Kabid Pasar, bukan kepada orang lain,”tegasnya. (Riz)