Ini Keunggulan dan Kelemahan Kurdi Matin Versi Pengamat

Ini Keunggulan dan Kelemahan Kurdi Matin Versi Pengamat, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ini Keunggulan dan Kelemahan Kurdi Matin Versi Pengamat, Berita458

Ini Keunggulan dan Kelemahan Kurdi Matin Versi Pengamat, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ini Keunggulan dan Kelemahan Kurdi Matin Versi Pengamat, 458, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ini Keunggulan dan Kelemahan Kurdi Matin Versi Pengamat

Memed Chumaedi, Pengamat Pemerintah
Memed Chumaedi, Pengamat Pemerintah

TANGERANG TRUSTKOTA–Pengamat Pemerintah Memed Chumaedi menilai, keunggulan dari Sekda Banten Kurdi Matin yakni sosok birokrat senior. Kurdi Matin sudah malang melintang di pemerintahan. Karena senioritas itu dia dapat dikategorikan unggul dari sahabat-sahabatnya di level birokrasi eselon dua di Banten.

“Kurdi Matin dikenal di kalangan aktivis karena sosok birokrat kritis yang rajin mengkritik kebijakan saat Ratu Atut menjadi Gubernur Banten,” terang Memed, Jum’at (28/8/2015).

Dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) ini mengatakan, kelebihan Kurdi Matin sangat dekat dengan para aktivis pro perubahan, aktivis kampus dan acapkali sering terlibat banyak dalam ruang diskusi mereka. “Karena Kurdi Matin tipe birokrat yang ngomong apa adanya, pintar bergaul, dan pintar juga memanfaatkan momen,” paparnya.

Sementara, kelemahan dari Sekda Banten yakni bukan birokrat yang memiliki prestasi kerja yang baik. Memed menilai Kurdi Matin menjadi Sekda karena diuntungkan sebab merupakan birokrat yang tidak dalam inner circlenya rau (lingkaran keluarga dinasti Ratu Atut).

Lanjut Memed, sebagai Sekda, Kurdi Matin gagal mengembalikan kepercayaan publik atas permasalahan Banten dan kasus-kasus korupsi Ratu Atut. Selain itu, juga tidak mampu membalikkan kepercayaan publik atas diraihnya hasil LHP BPK RI yang kacau (disclaimer).

“Tidak mampu membangun kemitraan strategis dengan legislatif serta tidak banyak membantu kepentingan Rano dalam penataan birokrasi,” tandas Memed. (joe)