Ingkar Janji, PT Jaya Swarasa Agung Didemo Karyawan

Ingkar Janji, PT Jaya Swarasa Agung Didemo Karyawan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ingkar Janji, PT Jaya Swarasa Agung Didemo Karyawan, Berita759

Puluhan karyawan PT JSA melakukan aksi unjuk rasa
Puluhan karyawan PT JSA melakukan aksi unjuk rasa

TRUST TANGERANG – PT Jaya Swarasa Agung (JSA) yang berlokasi di Jalan Raya Parungpanjang no 68 Kampung Bungaok, Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, didemo oleh karyawanya.

Puluhan karyawan tersebut melakukan aksi unjuk rasa menuntut perusahaan menunaikan seluruh kewajiban dan hak pekerja.

Kordinator aksi dari Aliansi Forum Komunikasi Buruh Lintas Pabrik (FKLBP) Kabupaten Tangerang, Ahmad Fauzi mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tindakan intimidasi perusahaan terhadap 5 orang pekerja yang di sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, lantaran mempertanyakan kebijakan sepihak perusahaan.

“Unjuk rasa ini merupakan buntut dari perbuatan wanprestasi perusahaan yang sebelumnya menyepakati pembayaran selisih 30 persen upah pekerja selama Mei sampai Agustus 2020,” kata Ahmad Fauzi disela-sela aksi demonstrasi kepada wartawan.

Ahmad menjelaskan, sebelumnya perusahaan menjanjikan selisih 30 persen upah selama 4 bulan akan dibayarkan perusahaan pada Januari hingga Februari 2021. Namun di Januari 2021, perusahaan malah membuat kebijakan baru yang merugikan pekerja.

Atas dasar perubahan perjanjian pembayaran selisih 30 persen upah pekerja selama 4 bulab itu, 5 orang perwakilan pekerja berkirim surat ke pihak perusahaan dan mempertanyakan kesepakatan sebelumnya.

“Dari surat yang disampaikan 5 kawan pekerja itu diintimidasi, mereka disanksi PHK sepihak oleh perusahaan. Maka kami menuntut perusahaan kembali mempekerjakan 5 orang kawan kami dan membayarkan hak selisih 30 persen upah kami selama Mei sampai Agustus 2020 tersebut,” jelas dia.

Pihaknya mengaku, akan terus menggelar aksi hingga Sabtu (6/2/2021) besok, jika tuntutan pekerja tidak digubris oleh perusahaan. “Kami akan akai sampai Sabtu besok. Jika tidak diindahkan, kami akan menempuh jalur litigasi,” jelas dia

Selain tuntutan mempekerjakan 5 pekerja yang di PHK dan pembayaran selisih upah 30 persen sebagaimana janji perusahaan sebelumnya. Pekerja juga meminta perusahaan jasa makanan ringan tersebut, mematuhi SK Gubernur Banten tahun 2021, terkait upah pekerja.

“Sampai bulan Dua 2021 ini, perusahaan juga tidak menjalankan SK Gubernur Banten tahun 2021 terkait pengupahan,” ucap dia. (tmn/red)