Ingin Pemimpin Bersih, RW Laporkan Dugaan Kecurangan Arief-Sachrudin

Ingin Pemimpin Bersih, RW Laporkan Dugaan Kecurangan Arief-Sachrudin, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ingin Pemimpin Bersih, RW Laporkan Dugaan Kecurangan Arief-Sachrudin, Berita488

Ingin Pemimpin Bersih, RW Laporkan Dugaan Kecurangan Arief-Sachrudin, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ingin Pemimpin Bersih, RW Laporkan Dugaan Kecurangan Arief-Sachrudin, 488, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ingin Pemimpin Bersih, RW Laporkan Dugaan Kecurangan Arief-Sachrudin

RT dilaporkan ke Panwaslu

TRUSTKOTACOM – Untuk memenangkan Pemilukada Kota Tangerang, berbagai cara dilakukan Pasangan Calon (Paslon), Arief R. Wismansyah-Sachrudin, meskipun berujung dugaan pelanggaran. Kamis (29/08/2013), Ketua RW di Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, melaporkan Paslon Nomor Urut 5 ini, ke Panitia Pengawas pemilu (Panwaslu), Kota Tangerang, karena diduga melakukan kecurangan.

“Ya, kedatangan saya kesini adalah terkait pelaporan atas temuan dari beberapa warga saya yang menerima Lembar C6 dengan besertakan alat peraga untuk pasangan nomor 5, Arief-Sachrudin, berupa stiker. Tak hanya itu,  lembar C6 yang dibagikan itu, tidak nampak ada tandatangan dari Ketua KPPS setempat,” kata Supriyanto, Ketua RW 04, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, saat di kantor Panwaslu Kota Tangerang.

Menurut Supriyanto, Ruminah, Ketua KPPS yang juga Ketua RT 04, diduga menyisipkan alat peraga berupa sticker pasangan nomor 5, Arief-Sachrudin, di dalam surat undangan memilih (C6) kepada warganya.

Supriyanto menambahkan, Ruminah juga sempat mengancam, bahwa kampung tersebut akan aman bila warga setempat memilih pasangan nomor urut 5, saat membagikan surat C6  tersebut.

“Saya rasa dibelakang ini pasti ada aktor intelektual dibaliknya. karena mana mungkin seorang RT sanggup mendanai cetakan alat peraga dan mempunyai ide seperti itu, karena saya tau Ketua KPPS yang juga Ketua RT dibawah naungan saya itu tidak pernah sekolah,” tegasnya.

Supriyanto meminta Panwaslu dapat menindaklanjuti laporan itu sebagaimana mestinya. “Saya harap laporan ini dapat segera ditindaklanjuti, agar demokrasi di Kota Tangerang aman dan bersih, sehingga kita memiliki pemimpin yang bersih juga,” pungkasnya.

Laporan dugaan pelanggaran pemilukada tersebut, langsung diterima staf Panwaslu, Iswanto. Sementara, Ketua, Sekretaris dan anggota Panwaslu Kota Tangerang, tidak sedang berada di kantor Sekretariat.

Untuk diketahui, sebelumnya, pada Selasa (27/08/2013) malam, Direktur Lembaga Kebijakan Publik (LKP) Ibnu Jandi, juga melaporkan Oezank Hendra Gunawan, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang selatan (Tangsel). PNS ini,  menshare atau mempublikasikan video Arief-Sachrudin, melalui media elektronik dengan akun facebooknya pada tanggal 24 Agustus 2013. (ges)