Inas : Sumpah Pemuda Jadikan Momentum Lahirnya Indonesia

Inas : Sumpah Pemuda Jadikan Momentum Lahirnya Indonesia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Inas : Sumpah Pemuda Jadikan Momentum Lahirnya Indonesia, Berita797

Inas : Sumpah Pemuda Jadikan Momentum Lahirnya Indonesia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Inas : Sumpah Pemuda Jadikan Momentum Lahirnya Indonesia, 797, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Inas : Sumpah Pemuda Jadikan Momentum Lahirnya Indonesia

Inas Nasrullah Zubir BE, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Banten.
Inas Nasrullah Zubir BE, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Banten.

TRUSTKOTACOM – Sumpah pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928, Bangsa Indonesia dilahirkan. Oleh karena itu, seharusnya rakyat Indonesia memperingati momentum tersebut sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Banten, H. Inas Nasrullah Zubir BE, SE, saat berbincang-bincang dengan www.trustkota.com, Senin (28/10/2013).

Menurut Inas, momentum tersebut sebuah proses perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis, bukan hanya sekedar dijadikan acara seremonial tahunan saja.

“28 Oktober 1928, hari dimana para pemuda bangsa Indonesia bertekad untuk bersatu demi sebuah perubahan, yakni terbebas dari penjajah. Makna yang saya tangkap adalah, bahwa pemuda saat itu memiliki apresiasi yang sangat tinggi untuk terbentuknya NKRI dengan semangat nasionalisme yang sangat luar biasa hingga membentuk kebersamaan dari seluruh penjuru nusantara untuk merdeka,” paparnya.

Inas yang juga Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Banten III menyatakan, bahwasanya makna kebersamaan saat ini sudah tak dapat dirasakan lagi dikalangan para pemuda. Bahkan, hal tersebut hanya tergambar dalam sebuah lambang persatuan.

“Saat ini pemuda hanya dijadikan sebagai alat oleh penguasa, untuk mencapai tujuannya,” tukasnya.

Pria kelahiran Jakarta, 23 September 1959 itu juga berharap, momentum hari sumpah pemuda ini, dapat dijadikan sebagai sebuah cerminan bagi para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia, untuk menuju perubahan yang lebih baik lagi.

“Pemuda harus mempertahankan kebersamaannya dan tidak terkotak kotak lagi. Apalagi jika kotak tersebut sengaja dibuat oleh kepentingan lain, yang sama sekali hanya ingin memanfaatkan keberadaan pemuda negeri ini,” pungkasnya. (ges)