ICW Desak Polisi Kembangkan Kasus Komeng ke Proyeknya

ICW Desak Polisi Kembangkan Kasus Komeng ke Proyeknya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, ICW Desak Polisi Kembangkan Kasus Komeng ke Proyeknya, Berita663

ICW Desak Polisi Kembangkan Kasus Komeng ke Proyeknya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, ICW Desak Polisi Kembangkan Kasus Komeng ke Proyeknya, 663, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, ICW Desak Polisi Kembangkan Kasus Komeng ke Proyeknya

Komarudin alias Komeng.
Komarudin alias Komeng.

TANGERANG TRUSTKOTA-Indonesian Corruption Watch (ICW), mendesak Polres Kota Tangerang mengembangkan kasus Komarudin alias Komeng ke penjualan proyeknya.Meski demikian menurut ICW, kasus dugaan penipuannya tetap harus dituntaskan secara independen dan transparan.

“Kepolisian harus pintar seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini harus dikembangkan ke penjualan proyeknya. Kasus penipuan yang ditangani pihak polisi saat ini, jelas dasarnya penjualan proyek pemerintah,” kata Ade Irawan, Koordinator ICW Wilayah Banten kepada wartawan, Sabtu (23/08/2014).

Tak hanya itu, lanjut Ade, kasus Komeng, merupakan kesempatan bagi polisi untuk menjegal wakil-wakil rakyat di Banten yang bermasalah demi berjalannya lembaga legislatif bagi masyarakat banten seperti yang diharapkan.

“Bagaimana lembaga legislatif banten sesuai yang diharapkan kalau anggota-anggota dewannya sepert itu. Kasus ini wajib dikawal publik. Kepolisian harus benar-benar menuntaskan kasus ini. Jangan ada pandang bulu dalam penegakan hukum,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komarudin alias Komeng dilaporkan ke Polres Kota Tangerang atas tuduhan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp125 juta oleh Manen S Buriyan alias Herman, warga RT 004/001, Bencongan, Kelurahan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Herman melaporkan Komeng dengan tuduhan telah menipunya dengan modus menawarkan proyek di lingkungan pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), senilai sekitar Rp 1 Miliar.

Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Aris Triyunarko membenarkan pihaknya telah menangani kasus tersebut. “Ia sedang kita proses. Sampai saat ini, terlapor (Komeng-red) masih berstatus sebagai saksi,” kata Aris kepada trustkota.com.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Komeng mengaku telah mengetahui kalau dirinya dilaporkan ke polisi. “Sebagai warga negara yang baik saya siap mengikuti proses hukum yang berlaku,” ujarnya.(Cun/dik)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait