HUT RI ke-69, Puluhan Anak Lomba Memungut Sampah di Cipondoh

HUT RI ke-69, Puluhan Anak Lomba Memungut Sampah di Cipondoh, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, HUT RI ke-69, Puluhan Anak Lomba Memungut Sampah di Cipondoh, Berita755

HUT RI ke-69, Puluhan Anak Lomba Memungut Sampah di Cipondoh, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, HUT RI ke-69, Puluhan Anak Lomba Memungut Sampah di Cipondoh, 755, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, HUT RI ke-69, Puluhan Anak Lomba Memungut Sampah di Cipondoh

Anakan-anak di lingkungan Gang Masjid,  Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, antusias mengikuti lomba sampah.
Anakan-anak di lingkungan Gang Masjid, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, antusias mengikuti lomba sampah.

CIPONDOH TRUSTKOTA – Ada yang menarik dalam perayaan Hari Ulang Tahun (Hut) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 69 ini di lingkungan Gang Masjid, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Pasalnya, para pengurus RW, RT serta tokoh masyarakat dilingkungan itu, sengaja menggelar lomba memungut sampah.

Puluhan anak yang mengikuti lomba itu pun nampak antusias bersemangat mencari dan memungut satu persatu sampah yang berserakan disekitar lokasi tersebut. Berbekal sebuah karung serta ikat kepala merah putih, para pejuang sampah itu berpacu antara satu sama lain, demi harapan menjadi sang juara lomba.

Chaca (10), salah seorang peserta lomba memungut sampah itu, mengaku senang, karena dapat berkumpul dan begembira bersama teman-temannya merayakan hari kemerdekaan.

“Seneng, kita bisa bareng-bareng maen terus ikut lomba. Lomba, mungut sampah seru, kita cari-cari sampah terus dimasukin ke karung,” ucapnya penuh kegembiraan.

Sementara, Parul Rozi, salah seorang koordinator dalam acara itu mengungkapkan, selain untuk mengisi perayaan kemerdekaan, lomba memungut sampah, kiranya juga dapat menitipkan sebuah pesan moral, kepada anak-anak, agar sedianya selalu senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

“Tujuan terpentingnya adalah mempola stigma kepedulian kebersihan lingkungan sejak anak-anak. Agar mereka terbiasa dalam menjaga lingkungan tetap bersih. Kalau kita tidak merubahnya dari sekarang, permasalahan sampah tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Sebab, kata pria yang akrab disapa Arul ini, saat ini sudah tidak mungkin lagi merubah perilaku orang dewasa yang semakin terbiasa hidup meremehkan persoalan sampah. “Teknis saja tidak akan selesai, persoalan sampah dibutuhkan kesadaran masyarakat. Dan jika masyarakat sudah mulai sadar, peran pemerintah barulah akan terasa. Jadi mau sehebat apapun programnya, kalau masyarakatnya tidak sadar akan sampah, tentu kota ini akan tetap dihantui masalah ini,” paparnya.

Pria yang juga seorang kontributor/wartawan di salah satu stasiun televisi swasta ini menjelaskan, perubahan paradigma dimasyarakat terhadap persoalan sampah harus terus digalakan, mengingat semakin meningkatnya pola konsumtif masyarakat terhadap makanan yang menggunakan kemasan berbahan sulit terurai seperti plastik.

“Kota Tangerang ini kota yang sudah maju, daerah urban, yang setiap tahunnya masyarakatnya selalu meningkat. Tentu wilayahnya akan semakin padat, jadi pemerintah harus bisa mengatasi persoalan sampah secepatnya,” tegas dia.

Selain itu, Arul juga berharap,
pemerintah setempat dapat menciptakan atau menghasilkan teknologi, yang dapat menangani sampah dalam setiap zona/kelurahan.

“Jadi intinya, lomba memungut sampah ini sengaja untuk kita para orang tua, dapat menularkan virus-virus positif kepada anak-anak. Dan kalau itu sudah terbentuk, pada akhirnya akan timbul budaya malu buang sampah sembarangan,” pungkasnya. (age)