Hotel Melati Abaikan Perda No 8, Belasan Pasangan Mesum Diamankan

Hotel Melati Abaikan Perda No 8, Belasan Pasangan Mesum Diamankan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hotel Melati Abaikan Perda No 8, Belasan Pasangan Mesum Diamankan, Berita443

Hotel Melati Abaikan Perda No 8, Belasan Pasangan Mesum Diamankan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hotel Melati Abaikan Perda No 8, Belasan Pasangan Mesum Diamankan, 443, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hotel Melati Abaikan Perda No 8, Belasan Pasangan Mesum Diamankan

Belasan pasangan mesum saat didata dan diberikan pembinaan di Kantor Satpol PP Kota Tangerang.
Belasan pasangan mesum saat didata dan diberikan pembinaan di Kantor Satpol PP Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Hotel melati di Kota Tangerang, nampaknya tak peduli adanya Peraturan Daerah (Perda) No 8 Tentang Larangan Prostitusi. Tamu di hotel-hotel melati merupakan para pelaku mesum dan prostitusi. Pihak hotel melati tidak mengedepankan aturan terhadap tamunya. Misalnya, setiap tamu yang datang tidak diminta bukti sah suami istri.

Buktinya, para pelaku mesum dan prostitusi selalu berhasil diamankan dari sejumlah hotel melati di Kota Tangerang. Seperti razia yang dilakukan pada Jum’at (21/09/2013) malam.  Dari sejumlah hotel melati, Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang dibantu pihak kepolisian berhasil mengamankan belasan pasangan didalam kamar hotel yang diduga pelaku mesun dan prostitusi.

Pasangan mesum yang terjaring razia itu didominasi kaum muda mudi. Mereka mengaku dari luar daerah Kota Tangerang. Petugas kemudian mendata para pasangan in.

“Operasi ini, merupakan giat rutin penegakan perda no 8 tahun 2005 Kota Tangerang. Dalam razia ini kami berhasil mengamankan belasan pasangan. Setelah didata, ternyata mereka semua warga diluar Kota Tangerang,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Satpol PP Kota Tangerang, Saiful Muluk, kepada wartawan.

Saiful menambahkan, selanjutnya, sebelum dipulangkan, mereka diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan itu, agar bila kedepannya mereka mengulanginya akan mendapatkan sanksi yang lebih berat lagi.

“Identitas mereka ditahan sementara, sebelum mereka mengembalikan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya yang ditandatangani orang tua dan ketua RT mereka masing-masing. Ini sebagai efek jera mereka,” pungkasnya. (ges)