Hindari OTT dan Percaloan Dewan Garap Perda Perizinan

Hindari OTT dan Percaloan Dewan Garap Perda Perizinan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hindari OTT dan Percaloan Dewan Garap Perda Perizinan, Berita695

Hindari OTT dan Percaloan Dewan Garap Perda Perizinan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hindari OTT dan Percaloan Dewan Garap Perda Perizinan, 695, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Hindari OTT dan Percaloan Dewan Garap Perda Perizinan

Adi Tiya Wijaya dan Uswatun Hasanah saat memberikan keterangan tentang Perda Perizinan di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang (Joewanda/TRUSTKOTA.com)
Adi Tiya Wijaya dan Uswatun Hasanah saat memberikan keterangan tentang Perda Perizinan di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang (Joewanda/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menggelar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Ruang Paripurna, Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (9/10/2017).

Raperda tersebut terkait pelayanan publik dalam bidang perijinan. Dalam peraturan itu nantinya, perijinan yang dilakukan hanya ada pada Badan Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (BPMTSP) Kabupaten Tangerang.

“Kita akan lakukan hal itu untuk menghindari calo, ataupun pegawai yang korupsi berujung OTT (Operasi Tangkap Tangan). Kita juga menyederhanakan pelayanan perijininan dengan satu pintu saja. Jadi nantinya, berbagai SKPD lain dala hal perijinan akan otomatis masuk BPMTSP,” terang Ketua Pansus I, Adi Tiya Wijaya didampingi Wakil Ketua Pansus Uswatun Hasanah.

Terang Adit, begitu ia biasa disapa, Raperda yang dibahas tersebut merupakan pioneer. Lantaran dari beberapa wilayah yang dikunjungi belum memiliki Perda. “Seperti di Sidoarjo yang baru ada Perwal, begitupun di Kota Tangerang dan Kabupaten Lebak. Hanya Kabupaten Tangerang yang akan memiliki Perda Perizinan dan non perizinan,” tukasnya.

Adit berharap, Perda tersebut bisa merevolusi sistem yang selama ini berjalan. Selain itu, agar biasa membasmi banyaknya calo-calo bertebaran. Serta ketepatan waktu bagi pelayanan perizinan. Juga agar tidak ada sacam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Akan ada tim tekhnis nanti dibentuk dan terintegrasi satu pintu dan online,” pungkasnya.(ayi/joe)