Himata Kritik Atribut Balon Walikota Tangerang

Himata Kritik Atribut Balon Walikota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Himata Kritik Atribut Balon Walikota Tangerang, Berita527

Himata Kritik Atribut Balon Walikota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Himata Kritik Atribut Balon Walikota Tangerang, 527, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Himata Kritik Atribut Balon Walikota Tangerang

Baliho Arief R. Wismansyah terpampang di wilayah Neglasri, Kota Tangerang.
Baliho Arief R. Wismansyah terpampang di wilayah Neglasri, Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Maraknya alat peraga Bakal Calon (Balon) Walikota Tangerang priode 2013-2018, yang bertebaran disejumlah ruas Jalan di Kota Tangerang dianggap merusak estetika oleh Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Raya.

” Para Bakal Calon (Balon) sah-sah saja ketika ingin melakukan sosialisasi kepada masyarakat, namun para bakal calon juga harus melihat dan menaati tata aturan yang ada, seperti aturan Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) dan aturan-aturan lain,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Tangerang Raya (Himata) Raya, Doly Agung Prasetyo kepada TrustKota.Com.

Menurut Dolly, terlebih, para Bakal Calon tersebut merupakan pejabat publik, baik dari kalangan pejabat birokrasi maupun jabatan politik. Seharusnya, mereka bisa memberikan contoh kepada masyarakat sebagai warga Negara yang taat pada peraturan yang ada.

Bahkan,lanjut Doly, ada dari salah satu Bakal Calon yang selalu menggombar-gambirkan pembungan sampah dengan baik agar Kota tertata rapi, namun baliho dan spanduknya bertebaran dimana–mana bahkan jatuh menjadi sampah yang berserakan.

” Sebagai para pejabat publik, seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Bukanlah seperti yang ada pada saat ini, justru menggiring opini masyarakat  bahwa, pejabat halal melakukan apapun dan kebal hukum dari setiap peraturan yang ada,” ujar Doly.

Masih kata Doly, baliho dan spanduk yang terpampang di pinggir-pinggir jalan protokol hingga di jalan-jalan Kelurahan dan perumahaan serta di kaca-kaca Angkutan Kota (Angkot) yang berada di Kota Tangerang, sudah menjadi tontonan sehari-hari. Meskipun sudah diketahui oleh pihak yang berwenang namun belum ada tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran yang ada.
.
” Dinas–dinas terkait harusnya berani mangambil sikap yang tegas terhadap setiap pelanggaran peraturan yang ada. Baik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) harus melihatnya dari sudut pandang objektif bahwa semua warga Negara sama kedudukanya dimata hukum, jangan menjadi tumpul keatas dan tajam kebawah,” tegas Doly.

Doly menambahkan, pantauan Himata Raya di lapangan, para kandidat yang menyatakan dirinya siap maju di perhelatan Pemilukada Kota Tangerang yang akan dilaksanakan pada Okteber 2013 mendatang, sejauh ini sudah gencar melakukan sosialisai mulai dari kegiatan yang formal sampai informal.

Dari media sosialisai yang ada, yang paling marak saat ini adalah media sosialisasi melalui baliho dan spanduk. Para kandidat yang dimaksud, seperti HMZ ( Harry Mulya Zein merupakan Sekda Kota Tangerang, AMK ( Ahmad Marju Kodri ) merupakan Dirut PDAMTirta Benteng, Arief R Wismansyah Wakil Walikota Tangerang, Abdul Syukur Anggota DPRD Provinsi Banten dan Suratno Abubakar Anggota DPRD kota Tangerang

“Meskipun perhelatan Pemilukada Kota Tangerang terbilang masih cukup lama atau masih lebih dari dua caturwulan, namun para kandidat yang mengaku siap menjadi walikota Tangerang priode 2013-2018, sudah menyiapkan jagoan dan team suksenya masing-masing,” tambah Doly. (cun)